BANYUWANGI – Identitas perempuan yang meninggal akibat tertemper Kereta Api Sritanjung di KM 8+900, Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, akhirnya terkuak. Korban bernama Jayani, 65, warga Dusun Langring, Desa Jambesari, Kecamatan Giri, Banyuwangi.
Identitas korban diketahui setelah pihak keluarga melapor ke Polsek Giri. Setelah ciri-ciri fisik dan pakaian yang dikenakan korban dikenali, polisi memastikan kalau yang tertabrak kereta api adalah Jayani. Pihak keluarga juga diajak untuk melihat kondisi jenazah di RSUD Blambangan.
Keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi. Jenazah langsung dibawa pulang dan dimakamkan. ”Identitasnya sudah ditemukan, korban bernama Jayani, sesuai KTP yang ditunjukkan oleh anggota keluarganya,” ujar Kapolresta Banyuwangi Kombespol Nasrun Pasaribu melalui Kasi Humas Iptu Lita Kurniawan.
Lita mengatakan, keluarganya mengenali korban dari jarit yang dikenakan. Korban ternyata hendak ke rumah keponakannya di Desa Rejosari, Kecamatan Glagah dengan berjalan kaki. ”Korban sempat berpamitan akan mengunjungi keponakannya dengan berjalan kaki melewati rel kereta api,” kata Lita.
Ketika melewati rel kereta api itulah, tanpa sadar korban yang hendak menghindar malah tertabrak kereta. Tubuh korban sempat terseret sejauh 50 meter. ”Tubuh korban remuk dan tidak bisa dikenali lagi. Pihak keluarga hanya bisa mengenali dari pakaian korban,” terangnya.
Selama ini korban dengan keluarganya tidak ada masalah. Hanya terkadang mengalami sakit-sakitan. ”Pihak keluarga menolak untuk diotopsi, sehingga korban langsung dimakamkan,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang perempuan lanjut usia (lansia) tanpa identitas tewas mengenaskan setelah tertemper KA Sritanjung di jalur KM 8+900, Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, Rabu pagi (23/3/2022). Insiden KA menabrak pejalan kaki tersebut terjadi pukul 07.00.
Editor : Ali Sodiqin