BANYUWANGI – Meski sudah ada pelonggaran bagi calon penumpang kereta api, hingga kini PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember masih belum berencana melakukan penambahan perjalanan kereta api (KA).
Manajer Humas Daop 9 Jember Tohari mengatakan, hingga Kamis (10/3/2022) PT KAI Daop 9 Jember masih mengoperasikan 22 perjalanan kereta api, yakni terdiri dari 10 perjalanan KA lokal, dan 12 perjalanan KA jarak jauh dan menengah. ”Sementara masih belum ada penambahan jadwal pengoperasian perjalanan kereta api,” ujarnya.
Menurut Tohari, kebijakan Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) No 25/2022 telah dilaksanakan di jajaran PT KAI Daop 9 Jember. SE tersebut menggantikan ketentuan sebelumnya yang telah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
Dalam SE Kemenhub No 25/2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian pada Masa Pandemi Covid-19, penumpang KA jarak jauh yang sudah melakukan vaksinasi dosis lengkap (kedua) atau dosis ketiga (booster), tidak diwajibkan menunjukkan hasil negatif tes Covid-19 rapid antigen maupun RT-PCR saat proses boarding.
Dalam SE Kemenhub terbaru, persyaratan tes Covid-19 tidak seluruhnya dihapuskan. Bagi calon penumpang yang baru divaksinasi dosis pertama atau yang tidak/belum divaksin dengan alasan medis, masih harus menyertakan surat hasil tes Covid-19. ”KAI senantiasa mengikuti dan mematuhi seluruh ketentuan dari pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 pada moda transportasi kereta api,” jelas Tohari.
PT KAI telah mengintegrasikan ticketing system dengan aplikasi PeduliLindungi untuk validasi data vaksinasi. Oleh sebab itu, data vaksinasi pelanggan dapat langsung diketahui oleh KAI pada saat pemesanan tiket melalui KAI Access, web KAI, serta pada saat boarding. ”Pemesanan tiket berbasis NIK, jadi sudah langsung ketahuan pelanggan yang belum vaksin, baru vaksin dosis satu, dua, dan sudah vaksin dosis ketiga,” jelas Tohari.
Kebijakan ini diharapkan akan mendorong pemulihan sektor transportasi. Dengan kelonggaran itu, diprediksi jumlah penumpang kereta api jarak jauh akan meningkat dari hari ke hari. ”Sampai Kamis sore (10/3/2022) masih landai-landai saja, belum ada peningkatan yang signifikan,” pungkas Tohari.
Editor : Ali Sodiqin