BUPATI Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melepas rombongan jamaah umrah asal Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, dan Jember. Pelepasan tersebut berlangsung di Bandara Banyuwangi pada Jumat lalu (4/3).
Pelepasan tersebut sebagai apresiasi atas inisiatif travel umrah yang menjadikan Bandara Banyuwangi sebagai tempat pemberangkatan. ”Jika biasanya harus ke Surabaya dulu, sekarang sudah tidak perlu jauh-jauh. Bisa berangkat dari daerahnya sendiri,” ungkap Ipuk.
Ipuk mengucapkan terima kasih kepada para agen travel umrah yang mulai memanfaatkan bandara kebanggaan masyarakat Banyuwangi. Hal tersebut dinilai dapat menaikkan okupansi penerbangan. ”Jika okupansi tinggi, maka penerbangan akan ramai. Ekonomi pun akan bergerak lebih cepat lagi,” ujarnya.
Selain itu, kata Ipuk, bandara yang dibangun pada masa kepemimpinan Bupati Abdullah Azwar Anas itu memang dirancang agar dapat dimanfaatkan oleh para jamaah umrah dan haji. Hal tersebut terlihat dari rancangan lantai dua yang terbuka. Sehingga keluarga yang mengantar ke bandara dapat menyaksikan proses naiknya jamaah ke pesawat hingga tinggal landas.
”Kultur masyarakat Indonesia itu kalau mengantar umrah atau haji ramai-ramai. Tapi, karena berangkatnya dari bandara yang desainnya tertutup, mereka tidak bisa menyaksikan. Jadi, di sini arsitekturnya dirancang agar bisa mengakomodasi budaya ini,” jelas Ipuk.
Hal tersebut diamini oleh Yanti. Dia yang berasal dari Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, Banyuwangi datang bersama puluhan keluarga besarnya untuk mengantarkan kedua orang tuanya berangkat umrah. ”Alhamdulillah, berangkatnya dari Banyuwangi. Jadi bisa ngantar ramai-ramai. Kalau di Surabaya kejauhan. Jadi tidak bisa mengantar,” ungkapnya saat ditemui di lantai dua bandara tersebut.
Bandara Banyuwangi sengaja dipilih oleh sejumlah agen travel umrah untuk memberangkatkan jamaahnya yang berasal dari wilayah eks Karesidenan Besuki. Hal tersebut dinilai lebih efektif dibandingkan harus berangkat lewat Surabaya.
Para jamaah juga lebih senang saat ditawari berangkat dari Banyuwangi. Mereka merasa lebih dekat dengan keluarga besarnya.
Editor : Ali Sodiqin