BLIMBINGSARI – Dua nelayan Blimbingsari selamat dari maut saat perahu yang ditumpangi dihantam gelombang tinggi, Senin malam (28/2). Kedua nelayan tersebut adalah Edi Santoso, 39, dan Gunawi, 70, warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi.
Edi dan Gunawi berangkat melaut dari pantai Blimbingsari, Senin (28/2) pukul 09.00 dengan menggunakan perahu Moro Seneng. Keduanya mencari ikan di wilayah perairan Tanjung Pasir.
Pukul 22.00, mendadak mesin perahu mati dan tidak bisa dihidupkan lagi. Kedua nelayan tersebut terombang-ambing di tengah laut.
Berbagai cara dilakukan untuk bisa tetap bertahan dari terpaan gelombang. Badai besar pun datang hingga menghajar perahu yang sedang ditumpangi kedua nelayan tersebut. ”Perahunya terbalik, kedua nelayan berusaha menyelamatkan diri sembari bertahan dengan berpegangan di atas perahu,” ujar Komandan Pos TNI AL Blimbingsari Letda Laut (P) Triyono menirukan cerita kedua korban.
Edi Santoso dan Gunawi mencoba mencari bantuan. Sayangnya hari sudah gelap dan tak ada perahu yang mendekat. Dengan sisa tenaga yang dimiliki, keduanya nekat menceburkan diri ke laut. Edi dan Gunawi berenang ke pinggir pantai di daerah Tanjung Pasir. ”Mereka berenang sejauh 300 meteran ke tepi pantai,” kata Triyono.
Begitu sampai di tepi pantai, kedua nelayan tersebut berusaha mencari bantuan agar bisa pulang. Setiba di tepi pantai, dua nelayan nahas itu ditolong oleh Nur, salah seorang penduduk setempat. Nur kemudian memanggil melalui handy talkie (HT) Kapal Motor (KM) Sumber Rahmat yang beroperasi di sekitar perairan Alas Purwo.
Selasa pagi (1/3) pukul 07.00, Edi dan Gunawi diantar oleh Nur menggunakan jukung menuju KM Sumber Rahmat. Keduanya lalu dibawa menuju Pelabuhan Muncar. ”Pukul 13.30, KM Sumber Rahmat yang dinakhodai Robert membawa Edi Santoso dan Gunawi tiba di Pelabuhan Muncar dengan selamat,” kata Triyono.
Editor : Ali Sodiqin