Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tinggalkan Rumah Tengah Malam, Ibu Muda Tertemper Kereta Api

Ali Sodiqin • Selasa, 1 Maret 2022 | 01:45 WIB
tinggalkan-rumah-tengah-malam-ibu-muda-tertemper-kereta-api
tinggalkan-rumah-tengah-malam-ibu-muda-tertemper-kereta-api


KABAT – Sungguh malang perjalanan hidup yang dialami Siti Nur Hidayah. Ibu rumah tangga yang tinggal di Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, itu meninggal dengan cara cukup tragis. Siti diduga sengaja bunuh diri ditabrak kereta api pukul 05.26 di lintasan KM 3+200 Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi.



Tubuh ibu muda berusia 27 tahun itu terpental beberapa meter. Tubuhnya remuk. Wajahnya nyaris tak bisa dikenali lagi. ”Jenazah langsung dievakuasi petugas Polsek Kabat bersama Polsuska dan warga. Korban sempat tidak dikenali,” ungkap Kapolsek Kabat Kompol Edi Susanto.



Masinis Kereta Api Wijaya Kusuma M. Faidzin  menuturkan, kereta api tersebut dalam perjalanan dari Stasiun Rogojampi menuju Banyuwangi Kota. Saat hendak melintas di lingkungan KM 3+200, Desa Dadapan, dari kejauhan masinis melihat ada seorang perempuan yang sedang berjalan di perlintasan rel kereta api.



Perempuan itu berjalan dari arah selatan ke utara. Melihat hal itu, masinis berusaha membunyikan suling lokomotif berkali-kali sambil melakukan pengereman. Rupanya wanita tersebut tidak menghiraukan suara sirene. Dia tetap berjalan di atas rel kereta api. Tak pelak, tubuh wanita tersebut langsung tertabrak kereta api hingga terpental beberapa meter.



”Kereta Api Wijaya Kusuma sempat berhenti luar biasa. Polsuska turun dari kereta dan langsung menghubungi aparat Polsek Kabat untuk melakukan evakuasi jenazah tubuh korban bersama-sama dengan warga,” jelas Edi Susanto.



Begitu petugas datang, warga sekitar lokasi kejadian dan aparat pemerintah desa juga ikut membantu mengevakuasi tubuh korban. ”Pada saat melakukan evakuasi, ada salah seorang warga mengenali ciri-ciri dan pakaian korban,” imbuh Edi.



Untuk memastikan identitas jenazah tersebut adalah Siti, perwakilan warga memanggil suaminya. Suami korban bisa mengenali lewat ciri-ciri fisik dan pakaian yang dikenakan. Petugas akhirnya memastikan kalau jenazah korban kecelakaan kereta api adalah Siti Nur Hidayah, warga Kabat.



Proses evakuasi dilakukan seadanya. Berhubung tidak ada kantong jenazah, tubuh korban dimasukkan ke dalam sarung, lalu diangkut mobil patroli Polsek Kabat. Sayangnya saat jenazah diantar menuju rumah duka, perwakilan keluarga belum yakin kalau itu Siti Nur Hidayah. Semula pihak keluarga minta dilakukan otopsi mayat.



Agar tidak menimbulkan pertentangan, aparat Polsek Kabat bersama suami korban, Hendri Setyawan, membawanya ke kamar mayat RSUD Blambangan. Begitu hendak dilakukan otopsi, ternyata suami korban dan pihak keluarga menolak. Akhirnya, jenazah korban kembali dibawa pulang ke rumah duka di Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat untuk dimakamkan.



Kapolsek Edi mengatakan, sebelum ditemukan meninggal dunia tertemper kereta api, Kamis dini hari (24/2) pukul 02.00, korban meninggalkan rumah tanpa memberi tahu suaminya. Korban keluar rumah lewat pintu belakang. Hendri Setyawan (suami korban) sempat mencari keberadaan istrinya tersebut. Pencarian tidak membuahkan hasil.  



Baru pada pagi hari pukul 06.00, Hendri mendapatkan kabar ada seorang perempuan yang meninggal dunia akibat tertabrak kereta api. Setelah datang ke lokasi kejadian, ternyata ciri-ciri perempuan tersebut persis dengan Siti Nur Hidayah.



”Kami masih mendalami kasus tersebut. Selama ini  korban tinggal bersama suaminya di Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat. Korban telah memiliki anak. Kami masih selidiki motif kejadian tersebut. Apakah ada motif bunuh diri, masih kita selidiki,” kata Edi. 


Editor : Ali Sodiqin
#kecelakaan #laka lantas