BANYUWANGI – Tenaga kesehatan Banyuwangi kembali berduka setelah salah satu perawat asal Puskesmas Singotrunan meninggal dunia, Jumat (25/2) kemarin. Perawat bernama Yudo Budi Hariono itu sebelumnya sempat dirawat di ruang isolasi 3 Covid-19 RSUD Blambangan.
Kepala Puskesmas Singotrunan Wawan Prayitno mengatakan, salah satu rekan kerjanya tersebut memang sudah mengidap komorbid diabetes sejak lama. Bahkan, selama setahun terakhir, Yudo harus rutin mengonsumsi insulin untuk mengontrol gula darahnya. Sebelum dirawat di ruang isolasi RSUD Blambangan, Yudo sebelumnya sempat memeriksakan diri di RSI Fatimah akibat merasakan gejala mual dan muntah.
Sebelum mendapat perawatan, Yudo menjalani tes swab dan PCR pada Minggu (20/2) siang. Hasilnya, dia positif terpapar Covid-19. Yudo akhirnya dirujuk ke RSUD Blambangan untuk menjalani perawatan. ”Mulai Minggu sore dirawat. Kemudian meninggal dunia tadi (Jumat) sekitar pukul 12.30. Kabar ini menjadi kehilangan untuk kami. Apalagi dia kawan saya,” ujar Wawan.
Dia menambahkan, sebelum dinyatakan terkonfirmasi, istri dari Yudo terlebih dulu terpapar Covid-19 sejak hari Jumat sebelumnya. Namun, gejalanya hanya flu dan batuk biasa. Justru Yudo yang kemudian merasakan gejala karena memiliki komorbid. ”Beliau dimakamkan di tempat tinggalnya, di Kencong Jember. Permintaan keluarganya seperti itu. Tadi teman-teman ada yang ikut mengantar menggunakan ambulans,” imbuhnya
Selama di Puskesmas Singotrunan, Wawan mengatakan jika Yudo memiliki tugas sebagai koordinator TB. Jadi dia bertugas untuk memantau perkembangan pasien tuberkulosis yang ada di wilayah Singotrunan. ”Pak Yudo sudah divaksin dua dosis. Tapi komorbidnya memang parah. Mungkin itu yang kemudian membuat dampak virus Covid-19 sedemikian rupa,” pungkasnya.
Editor : Ali Sodiqin