Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pelatih Bola Voli Meninggal Usai Main Badminton

Ali Sodiqin • Kamis, 10 Februari 2022 | 14:30 WIB
pelatih-bola-voli-meninggal-usai-main-badminton
pelatih-bola-voli-meninggal-usai-main-badminton


GIRI - Dunia olahraga Banyuwangi kembali kehilangan salah satu praktisinya. Minggu a(6/2) pelatih cabor bola voli Banyuwangi, Bambang Hermanto meninggal dunia usai bermain badminton bersama klub PB Pemda di indoor GOR Tawangalun.



Usai bermain bulu tangkis, Bambang  mengeluh kelelahan karena sebelumnya sempat bepergian ke Alaspurwo. Pria berusia 56 tahun itu kemudian diminta untuk beristirahat mencari angin segar di luar lapangan. Bambang kemudian pergi ke kantin GOR untuk membeli teh hangat. Setelah itu dia kembali ke dalam GOR dan tidur tengkurap di kursi panjang.



"Ternyata Pak Bambang pingsan, teman-teman mendengar suaranya seperti ngorok. Akhirnya ditelentangkan, untuk diberi pertolongan darurat," ujar salah satu anggota PB Pemda, Subandi.



Karena kondisinya tak kunjung membaik, akhirnya Subandi bersama pemain PB Pemda memanggil ambulans. Bambang kemudian dibawa ke RSUD Blambangan, namun nyawa Kasubag Distribusi PUDAM Banyuwangi tak bisa tertolong.



"Kejadianya cepat sekali, wong tadi juga masih bercanda dengan kita. Dia cuma main sekali,kemudian mengeluh lelah. Setelah di rumah sakit, kita dikabari kalau Pak Bambang sudah meninggal. Kemungkinan serangan jantung,’’ imbuh Subandi.



Subandi menceritakan, meski seorang pelatih voli, namun Bambang rutin ikut aktivitas latihan bulutangkis klub PB Pemda. Latihan rutin tiap hari Sabtu dan Minggu juga diikuti Sekkab Banyuwangi, Mujiono. Bambang dimakamkan tak jauh dari kediamanya di Perumahan Sutri Kelurahan Sobo pada Minggu sore (6/2).



Kejadian seperti yang dialami Bambang bukan sekali ini menimpa pencinta olahraga di kawasan GOR Tawangalun. Menyikapi kejadian tersebut, Sekretaris Dispora Banyuwangi M. Alfin Kurniawan mengatakan butuh pengawasan untuk mengantisipasi kejadian seperti itu.



Masyarakat yang akan berolahraga seharusnya bisa mengukur terlebih dahulu bagaimana kondisi fisiknya sebelum melakukan aktivitas. Diakui Alfin, Dispora memang tidak menyediakan fasilitas khusus untuk pertolongan pertama. Selama ini kerjasama dengan klinik atau rumah sakit hanya dilakukan jika ada even olahraga yang digelar di GOR Tawangalun.



Sedangkan untuk aktivitas rutin seperti yang dilakukan di GOR bulutangkis, tenis lapangan, kolam renang, maupun lapangan atletik, Dispora tidak bekerja sama dengan klinik. "Kita sudah beritahu penjaga GOR. Mereka mempunyai kontak denga petugas medis untuk pertolongan darurat termasuk ambulans," jelasnya.


Editor : Ali Sodiqin
#olahraga #meninggal mendadak #bulutangkis