BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Kabar gembira buat seluruh warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA Banyuwangi. Program asimilasi rumah dikhususkan oleh WBP diperpanjang sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan terhadap penyebaran Covid-19.
Kemarin (9/1) Lapas Banyuwangi memberikan asimilasi perdananya kepadda 15 orang WBP. Belasan nara pidana tersebut, dinyatakan memenuhi syarat substantif dan administratif mendapatkan program asimilasi rumah.
Sesuai dengan Permenkumham Nomor 43 tahun 2021 tentang perubahan kedua atas Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 32 tahun 2020 tentang syarat dan tata cara pemberian asimilasi.Pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas dan cuti bersyarat bagi narapidana daan anak dalam rangka rencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19.
Kalapas Banyuwangi, Wahyu Indarto menerangkan, bahwa 15 orang WBP tersebut telah dinyatakan memenuhi syarat substantif dan administratif mendapatkan program asimilasi. Mereka telah disetujui para anggota Sidang Tim Pemasyarakatan (TPP) Lapas Banyuwangi.
”Beberapa syarat untuk dapat mengajukan program asimilasi di rumah tersebut, diantaranya telah menjalani 2/3 masa pidana, berkelakuan baik , tidak termasuk dalam pengecualian PP 99 Tahun 2012 dan tidak tercatat dalam register F (catatan pelanggaran disiplin),” katanya.
Wahyu menegaskan, dengan diberikannya program asimilasi di rumah tersebut bukan berarti mereka telah dinyatakan bebas secara murni. Namun, mereka tetap berada dalam pemantauan pembimbing kemasyarakatan dari balai pemasyarakatan dan wajib melakukan pelaporan secara rutin.
”Program asimilasi di karena adanya pandemi Covid-19, sehingga pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM memberikan kebijakan agar program asimilasi dapat dilaksanakan di rumah sebagai upaya pencegahan dan penanggulan penyebaran Virus Covid-19 di Lapas dan Rutan, mengingat sebagian besar Lapas dan Rutan di Indonesia mengalami over kapasitas,” terangnya.
Wahyu berharap, 15 orang WBP tersebut dapat mematuhi aturan-aturan pelaksanaan program asimilasi di rumah dan jangan sampai kembali melakukan tindak pidana. ”Jika ada melanggar, tentunya hak asimilasinya akan dicabut dan yang bersangkutan akan ditarik kembali ke Lapas Banyuwangi,” pungkasnya.
Editor : Rahman Bayu Saksono