BANYUWANGI – Para petani di Desa Sidowangi, Kecamatan Wongsorejo, kini bisa bernapas lega. Rabu (1/12), mereka mendapatkan bantuan sumur bor dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Dinas Pertanian Banyuwangi, dan Wakil Bupati (Wabup) Banyuwangi Sugirah.
Sumur bor yang disebar di tiga titik itu dibangun untuk mempermudah petani dalam memenuhi kebutuhan irigasi lahan. Dua sumur bor berlokasi di Dusun Pancoran dan satu titik di pusat desa. Titik pembangunan sumur disebar lantaran lahan pertanian di Desa Sidowangi cukup luas.
Lahan pertanian dengan total mencapai 634 hektare itu, kebanyakan ditanami tanaman unggulan berupa tembakau, cabai, dan jagung. Sehingga membutukan aliran irigasi yang mencukupi. ”Alhamdulillah, ada bantuan tiga sumur bor untuk irigasi. Satu sumur bor sudah selesai prosesnya, tinggal menunggu pemasangan instalasi,” ujar Kades Sidowangi Muansin.
Muansin menjelaskan, kebutuhan para petani memang cukup banyak. Dengan luasan lahan sekitar 634 hektare itu, seluruhnya lahan tandas. Sehingga, ketika musim penghujan usai lahan pertanian menjadi mangkrak. ”Para petani di Desa Sidowangi memang bertanam kertika musim hujan saja, selebihnya mereka membiarkan lahannya,” katanya.
Makanya, jelas Muansin, keberadaan sumur bor untuk irigasi sangat dibutuhkan. Sebagian petani memang ada yang sudah membuat sumur dengan cara swadya. Namun, jumlahnya sedikit. ”Sumur hasil swadaya di tahun 2020 itu, jumlahnya sedikit dan hanya bisa menjangkau beberapa lahan petani,” terangnya.
Muansin mengatakan, dengan adanya bantuan sumur bor untuk irigasi di desa tentunya akan turut mendongkrak perekonomian para petani. ”Kebutuhan air untuk menunjang sektor pertanian memang sangat dibutuhkan para petani, semoga saja sumur bor untuk irigasi terus bertambah,” ungkapnya.
Editor : Ali Sodiqin