Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Perketat Manifes, Nomor STNK Diinput ke Tiket Kapal

Ali Sodiqin • Kamis, 2 Desember 2021 | 18:00 WIB
ILUSTRASI: Paska tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, ASDP Ketapang mulai memperketat data manifes penumpang.
ILUSTRASI: Paska tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, ASDP Ketapang mulai memperketat data manifes penumpang.


KALIPURO – Pengetatan manifes kepada para calon penumpang kapal mulai ditingkatkan sejak Rabu, 1 Desember 2021. Selain identitas penumpang, nomor Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang dibawa penumpang juga akan diinput dalam data tiket sebagai syarat penyeberangan dari Jawa ke Bali maupun sebaliknya.



General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang-Gilimanuk Suharto mengatakan, per 1 Desember semua pengguna jasa yang akan menyeberang dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk Bali maupun sebaliknya, diharuskan menggunakan tiket online Ferizy. Pada pemesanan tiket akan dilampirkan data sesuai KTP dan nomor kendaraan bermotor termasuk nomor STNK dari pengguna jasa.



Hal itu menurut Suharto untuk memastikan bahwa identitas penumpang yang naik kapal sesuai dengan KTP. Sebab, selama dua tahun pembelian tiket online diberlakukan, masih banyak agen yang mencatatkan nama penumpang tidak sesuai dengan KTP. Karena itu pada awal Desember ini, seluruh aturan ditertibkan kembali.



Suharto menjelaskan, e-tiket Ferizy tersebut sudah terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi. Jadi, di saat melakukan pemesanan melalui Ferizy dengan mengetik nomor KTP termasuk nama dan domisilinya dengan benar, maka secara otomatis akan muncul di PeduliLindungi. Termasuk dokumen pendukung tentang data vaksinasi calon penumpang dan hasil tes rapid yang sudah mereka lakukan.



”Syarat perjalanan tetap harus menunjukkan dokumen vaksinasi dan hasil negatif antigen atau PCR yang valid. Semuanya sudah terintegrasi di aplikasi e-tiket yang terkoneksi dengan PeduliLindungi, karena itu data yang dimasukan harus valid,” kata Suharto.



Sementara itu, Kepala KSOP Tanjung Wangi Letkol (Mar) Benyamin Ginting mengatakan, semua pihak yang ada di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk berusaha meminimalisasi kesalahan yang sempat terjadi pada insiden tenggelamnya KMP Yunicee. Selain uji kelayakan kapal yang kembali diakusisi KSOP, stakeholder lain seperti ASDP harus memastikan validasi data manifes. ”Kita juga akan gelar simulasi untuk operasi penyelamatan di lautan,” tegasnya. 


Editor : Ali Sodiqin
#tiket online #pelabuhan ketapang