Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dewan Pers Dorong Wartawan dan Media Konvensional Melek Digital

Ali Sodiqin • Minggu, 31 Oktober 2021 | 18:09 WIB
dewan-pers-dorong-wartawan-dan-media-konvensional-melek-digital
dewan-pers-dorong-wartawan-dan-media-konvensional-melek-digital


KALIPURO – Dewan Pers bersama Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Banyuwangi, Jawa Timur. UKW dilaksanakan di hall Hotel Dialoog, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, mulai Jumat hingga Sabtu (29-30/10/2021).



UKW diikuti 36 peserta dari jenjang muda, madya, hingga utama dari beberapa kota dan kabupaten di Jawa Timur. UKW yang mengedepankan prokes itu dibuka Kadiskominfo Banyuwangi Budi Santoso mewakili Bupati Ipuk Fiestiandani. Sebelum masuk ke ruangan, peserta wajib menjalani tes antigen dengan hasil negatif Covid-19.



Sebelum dibuka, Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga dan Internasional Dewan Pers Agus Sudibyo menyampaikan beberapa hal kepada peserta. Salah satunya tentang bagaimana posisi media massa di lingkaran digitalisasi.



Agus menjelaskan bagaimana dominasi media sosial seperti Facebook dan Google terhadap dunia informasi saat ini. Termasuk iklan digital nasional yang mencapai angka 75 sampai 80 persen. Jika tidak memperbaiki kualitasnya, bisa dipastikan, media mainstream bisa menjadi media tradisional bagi masyarakat. ”Yang bisa kita harapkan adalah munculnya ekuilibrium atau keseimbangan. Persis seperti tahun 70-an ketika ada TV, radio dan koran dianggap akan mati. Tapi ternyata tidak, tetap muncul keseimbangan,” tegasnya.



Agus melanjutkan, meski media sosial saat ini cukup mendominasi, namun banyak sisi kekurangannya yang bisa menjadi celah. Syaratnya, wartawan harus bisa menciptakan good content. Dengan tetap mempertahankan jurnalisme berkualitas, penegakan etika jurnalistik, diferensiasi produk media, kedekatan dengan pembaca, lokalitas, dan kemandirian relatif. ”Ke depan kita akan memberikan materi-materi digital kepada para wartawan dalam uji kompetensi. Ini menjadi syarat yang harus dipelajari,” tandasnya.



Penguji dari Lembaga Pers dr Soetomo Lestantya R. Baskoro menambahkan, dalam UKW ini wartawan tak hanya diarahkan untuk menjadi sosok yang kompeten menciptakan karya jurnalistik, tetapi juga menjadi wartawan yang mampu bekerja sesuai dengan etika dan UU Pers. ”Kita harapkan di lapangan, wartawan bisa menjadi pembela bagi masyarakat yang lemah dan pengingat bagi mereka yang kuat,” tegasnya.



Kepala Dinas Kominfo Banyuwangi Budi Santoso menambahkan, saat ini masyarakat semakin kritis. Pemerintah juga harus bisa menyampaikan program-programnya dengan jelas. Salah satunya melalui peran media untuk menyampaikan ke masyarakat. ”Kita harap rekan-rekan wartawan yang mengikuti UKW bisa menyerap ilmu dari para penguji dengan maksimal,” tandasnya.


Editor : Ali Sodiqin
#dewan pers #banyuwangi #ukw