RadarBanyuwangi.id – Satlantas Polresta Banyuwangi bersama Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas PU Binamarga Banyuwangi meninjau sejumlah lokasi yang menjadi black spot dan trouble spot agar mendapatkan perhatian khusus kemarin (1/9). Peninjauan tersebut dilakukan untuk survei lapangan sebagai langkah antisipasi.
Selain melakukan survei, peninjauan tersebut dilakukan untuk menentukan penanganan dalam mengantisipasi black spot dan trouble spot di Bumi Blambangan. Petugas mencatat sejumlah jembatan serta akses jalan yang mengalami kerusakan dan perlu mendapat perbaikan.
Selain itu, petugas juga mengecek beberapa ruas jalan yang sering terendam banjir ketika diguyur hujan deras. ”Ini guna menjamin kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan yang berlalu lintas di Kabupaten Banyuwangi,” ujar KBO Satlantas Polresta Banyuwangi Iptu Taufan Akbar.
Taufan menjelaskan, black spot merupakan titik atau lokasi dengan jumlah angka kecelakaan dominan terjadi. Sementara trouble spot adalah titik atau lokasi yang memiliki tingkat kepadatan dan kemacetan yang tinggi. ”Ini untuk menentukan penanganan yang harus dilakukan, untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan jika terjadinya trouble ketika ada kejadian apa pun,” katanya.
Di kabupaten paling ujung Pulau Jawa ini, jelas Taufan, ada beberapa titik black spot. Di antaranya jalan raya Desa Bangsring dan Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo serta ruas jalan sekitar Pelabuhan Ketapang, Kecamatan Kalipuro. Kemudian di jalan raya Kecamatan Kabat, Rogojampi, Srono, Genteng, Glenmore, dan jalur Gumitir, Kecamatan Kalibaru. ”Untuk jumlahnya kita belum bisa tentukan, karena masih melakukan peninjauan,” tuturnya.
Sementara untuk titik trouble spot, masih kata Taufan, tercatat di ruas Jalan Ahmad Yani Kecamatan Banyuwangi, Pasar Rogojampi, Pasar Genteng, dan jalur menuju Gumitir, Kalibaru. ”Itu jalur-jalur yang biasanya mengalami kepadatan ataupun kemacetan, terutama sejumlah jalur yang mudah terendam banjir,” paparnya.
Di samping itu, pihaknya juga melakukan pengecekan beberapa jembatan dan daerah rawan banjir di sepanjang Jalan Raya S. Parman hingga Desa Kedayunan serta di Kecamatan Wongsorejo. ”Di kedua ruas jalan tersebut, kondisi jalan akan terendam banjir ketika hujan lebat sehingga kendaraan tak bisa melintas,” ungkapnya.
Taufan menambahkan, pihaknya bersama instansi terkait berencana memasang fasilitas keselamatan jalan di sejumlah jalan nasional maupun di jalur-jalur yang telah diidentifikasi. Fasilitas dan sarana prasarana tersebut diperlukan untuk mengatur dan memonitor lalu lintas. ”Upaya ini untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan pengendara atau pengguna jalan,” pungkasnya. (rio/afi/c1)
Editor : Ali Sodiqin