Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dua Tahun, Ritual Kebo-keboan Alasmalang Diliburkan

Ali Sodiqin • Sabtu, 14 Agustus 2021 | 18:35 WIB
dua-tahun-ritual-kebo-keboan-alasmalang-diliburkan
dua-tahun-ritual-kebo-keboan-alasmalang-diliburkan


RadarBanyuwangi.id – Ritual Kebo-keboan yang biasanya rutin digelar di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh setiap bulan Sura, tahun ini akan diliburkan. Selain mengundang banyak massa, acara tahunan itu bertepatan dengan Pemberlakukan Pembatasan Kegaiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.



Kepala Desa Alasmalang, Hady Surigo mengatakan sudah dua tahun ini ritual Kebo-keboan tidak digelar lantaran pandemi Covid-19. Meski banyak yang tidak setuju diliburkan ritual ini, tapi pemerintah desa dan pemangku adat sudah sepakat tidak ada ritual Kebo-keboan tahun 2021 ini. “Tidak ada ritual Kebo-keboan, sama seperti tahun lalu,” ujarnya.



Ritual Kebo-keboan itu, terang dia, seharusnya dilaksanakan pada minggu- minggu ini, yakni setelah 1 Sura dalam kalender Jawa. Tapi setalah dilakukan musyawarah, warga maupun pemerintah desa sepakat tidak ada perayaan ritual Kebo-keboan di Alasmalang. “Sudah disepakati bersama,” katanya.



Hady menyebut tidak ada acara khusus untuk mengganti ritual Kebo-keboan ini. Desa adat Alasmalang hanya mengadakan bersih desa dan selamatan kecil-kecilan. Warga juga akan melakukan doa bersama dan berharap pandemi Covid-19 cepat berlalu. “Tidak ada ritual penggangi, kami hanya menggelar acara bersih desa saja,” cetusnya.



Menurut Hady, selama ini perayaan ritual Kebo-keboan selalu rutin digelar setiap tahun. Tapi karena situasi yang masih pandemi Covid-19, maka ritual ini terpaksa tidak digelar selama dua tahun terakhir. “Tujuan utama Kebo-keboan Alasmalang itu permohonan kepada Allah yang disertai kerendahan hati atas melimpahnya panen raya Dan upacara ini dipercaya sebagai penangkal tolak balak,” ungkapnya.



Setiap digelar Kebo-keboan, masih kata dia, selalu ramai ditonton warga, dan ini masuk even tahunan Kabupaten Banyuwangi. Dalam acara itu, puluhan warga dipoles menyerupai kerbau lengkap dengan tanduk dan kulit hitam. “Diarak keliling kampung, dan terjun ke sawah dengan mandi lumpur,” katanya.(kri/abi)


Editor : Ali Sodiqin
#tradisi #budaya #suroan #kebo-keboan