RadarBanyuwangi.id – Rencana pemindahan markas Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 515/Ugra Tapa Yudha/9/2 Kostrad dari Jember ke Banyuwangi kian mendekati realisasi. Ini menyusul kesiapan markas batalyon yang berada di bawah komando Brigif Raider 9/Dharaka Yudha, Divisi Infanteri 2/Kostrad tersebut.
Panglima Divisi Infanteri 2/Kostrad Mayjen TNI Andi Muhammad mengunjungi tempat relokasi Yonif Raider 515, tepatnya di Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat, Sabtu lalu (17/7). Didampingi Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0825 Letkol (Inf) Yuli Eko Purwanto, Pangdivif 2/Kostrad meninjau pembangunan kompi dan pembagunan perumahan Bintara.
Dandim Yuli Eko menuturkan, pembangunan markas baru tersebut sudah hampir rampung dan siap digunakan beberapa bulan mendatang. “Markas Batalyon Raider 515 ini berada di lahan seluas 40 hektare (Ha),” ujarnya.
Sementara itu Panglima Divisi 2/Kostrad Mayjen TNI Andi Muhammad mengapresiasi pembangunan Markas baru Yonif Raider 515/Ugra Tapa Yudha/9/2 Kostrad. Dia menuturkan, ada beberapa keuntungan jika Banyuwangi memiliki Batalyon, di antaranya faktor keamanan wilayah kabupaten ujung timut Pulau Jawa yang luas dan faktor ekonomi.
Banyuwangi yang berlokasi di ujung timur Pulau Jawa menjadi pintu masuk bagi sebagian besar orang yang akan menuju pulau Jawa dari kawasan Indonesi Timut. Selain itu, Banyuwangi berdekatan dengan Pulau Bali yang relatif banyak dikunjungi warga asing. “Wilayahnya cukup luas, apalagi kalau ada pengamanan event internasional di Bali dan even kenegaraan di Banyuwangi. Biasanya harus menunggu pasukan dari Jember atau Malang. Padahal jaraknya cukup jauh. Untuk faktor ekonomi pasti bisa mengatakan ekonomi. Ada seribu personel nanti ada di sini (Banyuwangi),” ujar Mayjen Andi. (sgt/aif)
Editor : Ali Sodiqin