RadarBanyuwangi.id – Gara-gara minim penumpang karena Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 9 Jember membatalkan keberangkatan KA Wijayakusuma relasi Cilacap-Ketapang, kemarin (8/7).
Sebelumnya, PT KAI Daop 9 Jember mengopersikan empat KA dari Banyuwangi. Tapi saat ini, hanya tiga kereta yang dioperasikan dari Banyuwangi menuju luar daerah. “Kita hanya mengoperasikan tiga kereta saja,” terang Vice President Daop 9 Jember, Broer Rizal.
Menurut Rizal, ketiga KA yang beroperasi itu KA Tawangalun relasi Ketapang-Malang Kota Lama, KA Sritanjung relasi Ketapang-Lempuyangan, dan KA Probowangi relasi Ketapang-Surabaya Gubeng. Untuk KA Wijayakusuma, jelas dia, dilakukan pembatalan keberangkatan sejak Kamis (8/7). “KA Wijayakusuma relasi Cilacap-Ketapang tidak diberangkatkan karena minimnya penumpang,” ujarnya.
Rizal mengaku belum bisa memastikan apakah ada perubahan jadwal kereta usai pemberlakukan PPKM Darurat itu. Sebab, masih menunggu keputusan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Untuk informasi lebih lanjut, pihaknya mengimbau agar masyarakat melakukan pengecekan jadwal KA pada aplikasi KAI Acces. “Jadwal KA, kami masih menunggu pemberitahuan selanjutnya,” ungkapnya.
Sebelum diberlakukan PPKM Darurat, jelas dia, PT KAI Daop 9 Jember mengopersikan delapan KA. Kereta api yang diberangkatkan sebelum PPKM Darurat itu KA Ranggajati relasi Jember-Cirebon, KA Wijaya Kusuma relasi Ketapang-Cilacap, KA Mutiara Timur relasi Ketapang-Yogyakarta, dan KA Logawa relasi Jember-Purwokerto.
Selain itu, KA Sritanjung relasi Ketapang-Lempuyangan, KA Tawangalun relasi Ketapang-Malang Kota Lama, KA Probowangi relasi Ketapang-Surabaya Gubeng, dan KA Pandanwangi relasi Jember-Ketapang. Mulai 5 hingga 20 Juli 2021, pelanggan KA jarak jauh di Daop 9 Jember wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes swab PCR maksimal 2x24 jam atau rapid test antigen maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan. “GeNose tidak berlaku,” pungkasnya.(kri/abi)
Editor : Ali Sodiqin