Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mudik Dilarang, Konsumsi BBM Diprediksi Turun

Ali Sodiqin • Kamis, 22 April 2021 | 19:00 WIB
mudik-dilarang-konsumsi-bbm-diprediksi-turun
mudik-dilarang-konsumsi-bbm-diprediksi-turun


RadarBanyuwangi.id – Larangan mudik Idul Fitri berimbas akan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Meski demikian, Terminal BBM Pertamina Tanjung Wangi tetap melakukan penambahan stok untuk memastikan ketersediaan bahan bakar terjamin.



Setiap tahunnya angka kebutuhan BBM, terutama di musim mudik Lebaran, selalu menjadi perhatian banyak pihak. Tingginya jumlah kendaraan yang bepergian membuat konsumsi BBM ikut naik. Seiring munculnya larangan mudik pada tahun ini, diprediksi akan ikut menekan angka konsumsi BBM.



Integrated Terminal BBM Tanjung Wangi M. Ali Ba’bud mengatakan, melihat stok yang ada, kebutuhan BBM untuk Banyuwangi cukup sampai H+15 Idul Fitri. Jumlah itu terhitung sejak awal bulan Ramadan. Ali menambahkan, tahun ini tampaknya tidak jauh berbeda dengan tahun 2020. Di mana ada penurunan konsumsi BBM yang terjadi karena berkurangnya aktivitas kendaraan.



Apalagi tahun ini juga ada pembatasan mudik yang diterapkan oleh pemerintah sejak tanggal 6–17 Mei. Volume kendaraan diprediksi tak lagi sebanyak musim mudik biasanya. ”Masing-masing produk kita stok untuk 7 hari ke depan. Mulai dari Premium, Pertalite, Pertamax, dan solar. Kita stok antara 5.000–7.000 kiloliter,” kata Ali.



Dalam sehari, rata-rata konsumsi BBM di Banyuwangi mencapai 800 kiloliter. Kebutuhan itu tercatat dari 40 SPBU reguler, 3 SPBU mini, 5 Pertashop, 5 SPDN, dan 2 SPBB. Sedangkan kebutuhan total dengan 3 kabupaten lain, Situbondo, Bondowoso dan Jember, mencapai sekitar 2.000 kiloliter. ”Pada 2019 lalu sempat ada peningkatan angka konsumsi BBM saat Ramadan dan jelang Idul Fitri. Tapi tahun ini sepertinya turun lagi, kalau turun stok kita tidak berubah jadi tetap aman,” tegas Ali.



Selain BBM, Pertamina juga memastikan ketersediaan gas elpiji tetap aman sampai akhir April nanti. Sales Brand Manager Pertamina Banyuwangi Hariyadi mengatakan, dari awal Ramadan sudah ada tambahan sekitar 10 persen dari stok di hari biasa. Dengan penambahan ini, stok gas untuk masyarakat aman sampai akhir bulan.



Baru nanti di awal bulan akan dihitung lagi kebutuhan untuk satu bulan ke depan. Saat ini konsumsi gas elpiji di Banyuwangi mencapai 96.000 tabung per hari untuk memenuhi kebutuhan 3.000 pangkalan elpiji dan 22 agen. ”Stok kita aman. Sementara untuk harga kita masih menggunakan acuan dari Pergub. Jadi harga yang lama HET-nya Rp 16.500 untuk tabung gas 3 kilogram,” pungkasnya. (fre/aif/c1)


Editor : Ali Sodiqin
#bupati ipuk #pertamina #bahan bakar minyak #stok bbm