Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Perbaiki Irigasi, Efektif Pakai Rabanton

Syaifuddin Mahmud • Kamis, 12 Maret 2020 | 16:00 WIB
perbaiki-irigasi-efektif-pakai-rabanton
perbaiki-irigasi-efektif-pakai-rabanton



BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi –  Balai Litbang Irigasi, Puslitbang Sumber Daya Air Kementerian PUPR kemarin (11/3), memperkenalkan teknologi irigasi berupa irigasi modular dan blok beton terkunci. Sosialisasi dihadiri pejabat Pemkab Banyuwangi, Jember, sebagian kabupaten dari Provinsi Bali, dan asosiasi kontraktor serta asosiasi kepala desa. Teknologi tersebut dianggap cukup efektif diterapkan untuk wilayah-wilayah di Indonesia.


Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi Guntur Priambodo menilai, teknologi irigasi berupa irigasi modular dan blok beton terkunci sangat cocok untuk topografi Banyuwangi. Ke depannya, penggunaan produk seperti itu menjadi sebuah keniscayaan. Mengingat teknologi konvensional yang ada saat ini memiliki banyak kelemahan.


       Guntur mencontohkan, irigasi modular amat cocok untuk wilayah pertanian dengan kemiringan di Banyuwangi seperti kawasan Songgon, Licin, dan Singojuruh. Kemudian untuk wilayah pantai yang mulai terkena abrasi juga cocok untuk dipasangi blok beton 3B. ”Transformasi teknologi sekarang sangat penting. Kita harus mulai berubah di sana. Banyuwangi memiliki 65 ribu hektare sawah dan 175,8 kilometer garis pantai. Produk semacam ini sangat kita butuhkan,” paparnya.


       Produk beton tersebut sudah teruji dan terukur dengan uji beton oleh Puslitbang. Sehingga kualitasnya lebih baik daripada produk konvensional. ”Yang jelas untuk OP (biaya perawatan) akan menjadi lebih murah. Nanti secara bertahap akan kita aplikasikan di Banyuwangi. Drainase di kota juga sudah kita ubah ke box culvert. Kekuatannya lebih terukur dan pengawasannya lebih mudah. Tentunya juga menghasilkan bangunan yang kuat,” jelasnya.


       Kepala Balai Litbang Irigasi Puslitbang Sumber Daya Air Kementerian PUPR Prof Dr Ir Eko Winar Irianto MT berharap, produk penelitian dari Puslitbang bisa dimanfaatkan dengan baik di daerah. Banyuwangi menjadi kabupaten pertama yang memulai di pasaran. Daerah sebelumnya hanya menjadi wilayah prototype. ”Sebelumnya  di Bandung dan Banten, kita hanya menguji. Di Banyuwangi teknologi ini sangat cocok diterapkan. Wilayah irigasi Banyuwangi luas, pantai juga cukup panjang sehingga memerlukan pengamanan,” jelas Eko. 

Editor : Syaifuddin Mahmud
#banyuwangi