BANYUWANGI – Ribuan anak muda berkumpul di pendapa Sabha Swagata Blambangan kemarin (31/3). Bukan kumpul-kumpul biasa, anak-anak muda asal seantero Banyuwangi tersebut menimba ilmu entrepreneurship melalui kelas-kelas kreatif yang dipusatkan di rumah dinas bupati tersebut.
Ada empat kelas yang disediakan. Peserta pun boleh memilih kelas yang diikuti sesuai minat masing-masing. Bagi penggemar kopi dan ingin jago meracik kopi hingga berjualan kopi, misalnya, tersedia Kelas Kopi dengan mentor dari praktisi. Peserta yang ingin piawai dalam dunia fotografi, terutama fotografi jurnalistik, tersedia kelas photo journalist dengan pembicara fotografer asal kantor berita nasional, Antara.
Begitu juga buat peserta yang ingin menjadi penata rias, panitia menyiapkan Kelas Cantik dengan menghadirkan praktisi Make Up Artist kelas nasional. Ketiga kelas itu dibuat spesial karena hanya menampung masing-masing 50 peserta.
Bukan itu saja, pada acara yang digelar salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni Bank Nasional Indonesia (BNI) tersebut juga tersedia Kelas Internet Marketing. Dua pembicara berkompeten dihadirkan pada kelas yang bertajuk “Aku Saudagar Muda” tersebut. Mereka adalah CEO Radja Cendol Danu Sofwan dan Pendekar Internet Marketing, Cucuk Rustandi.
Kegiatan Kelas Kreatif tersebut dihadiri Sekretaris Menteri (Sesmen) BUMN Imam Apriyantono Putro. Selain itu, hadir pula Direktur Teknologi Informasi dan Informasi BNI Dadang Setiabudi serta Bupati Abdullah Azwar Anas.
Corporate Secretary BNI Meiliana menuturkan, Kelas Kreatif BUMN ini merupakan jawaban atas tantangan pengembangan ekonomi kreatif. Terutama kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing tinggi. Dikatakan, kreativitas perlu diasah sejak dini sehingga pada akhirnya pemuda akan memiliki bekal untuk menggerakkan ekonomi kreatif. “Dengan kelas ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi pelajar, santri, dan anak-anak muda dalam menghadapi persaingan global melalui pembelajaran berbasis keterampilan hidup atau life-skilled based education,” ujarnya.
Bahkan untuk mengajak peserta benar-benar tergerak untuk memulai bisnis secara riil, BNI menggelar kompetisi Aku Saudagar Muda. Di mana peserta akan mendapatkan pendampingan selama 3 bulan untuk mempertajam Keterampilan dan memperdalam Pengetahuan. Setelah itu, peserta akan terjun langsung untuk menjual produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di lingkungan sekolah dan rumahnya. Produk yang dijual merupakan hasil produk UKM yang dikelola oleh Rumah Kreatif BUMN (RKB) kelolaan BNI. Peserta kemudian akan menuangkan pengalamannya selama program ke media sosialnya dan tulisan komik.
Menariknya Kelas Kreatif yang digelar BNI kali ini adalah karena diikuti oleh para awak media yang sehari-harinya justru menjadi garda terdepan penyampai informasi kepada publik. Terdapat sekitar 25 wartawan yang bertugas di Banyuwangi diundang mengikuti Kelas Aku Saudagar Muda.
Pesan mendasar dari keikutsertaan mereka pada pelatihan kewirausahaan ini adalah bahwa menjadi enterpreneur tidak terbatas bagi anak-anak muda non-jurnalis. Jurnalis pun membutuhkan bekal jiwa kewirausahaan karena siapa tahu nanti dibutuhkan pada saat menjelang masa pensiun.
BNI bekerjasama dengan Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk membawakan pelatihan kewirausahaan bagi awak media. Ini sejalan dengan tema utama Hari Pers Nasional (HPN) 2019 yaitu "Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital".
Editor : Rahman Bayu Saksono