Satu lagi maskapai penerbangan bakal membuka rute internasional dari dan menuju Banyuwangi. Setelah Citilink, giliran AirAsia menjajaki penerbangan rute Banyuwangi-Kuala Lumpur, Malaysia, pergi-pulang (PP).
Dalam rangka menjajaki pembukaan penerbangan internasional tersebut, pihak AirAsia bertemu Bupati Abdullah Azwar Anas di kantor Pemkab Banyuwangi, Kamis (15/11). Hasilnya, pihak AirAsia optimistis penerbangan dari Bandara Banyuwangi (BWX)-Kuala Lumpur International Airport (KUL) tersebut mulai beroperasi kuartal kedua tahun depan.
Direktur Komersial AirAsia Indonesia Rifai Taberi mengatakan, potensi Banyuwangi sangat besar untuk membuka penerbangan internasional. Terlebih bagi maskapai yang menyasar segmen wisata seperti AirAsia. ”Banyuwangi punya banyak destinasi wisata yang sangat menarik. Terutama, tentu saja, Ijen. Selain itu, Banyuwangi juga memiliki banyak atraksi wisata yang sangat ’menjual’,” ujarnya.
Dikatakan, AirAsia kini telah terkoneksi dengan 130-an destinasi di berbagai penjuru dunia. Bahkan, maskapai asal negeri jiran itu juga ber-home base di tujuh negara, yakni Malaysia, Thailand, Indonesia, Filipina, India, Jepang, dan dalam waktu dekat Vietnam.
”Asia Pasifik kita sudah menguasai. AirAsia juga sudah terkoneksi ke berbagai belahan dunia. Di India terkoneksi sepuluh kota. Tiongkok sekitar tujuh sampai delapan kota. Yang terjauh di Jeddah dan Honolulu. Bahkan, kita sendiri Bali-Perth sudah tiga kali sehari. Ada Sydney, Melborne, New Zealand. Wisatawan asal negara-negara tersebut bisa ditarik ke Banyuwangi,” kata dia.
Selain itu, Banyuwangi sangat cocok dengan segmen wisatawan Melayu Malaysia. Dikatakan, populasi Melayu di Malaysia mencapai 60 persen dari total penduduk negeri jiran, itu.
Menurut Rifai, dibandingkan ke Bali, selama ini lebih banyak wisatawan Melayu Malaysia yang berwisata ke Bandung. ”Nah, Banyuwangi bisa menjadi alternatif pilihan selain Bandung. Banyuwangi cocok untuk segmen wisatawan Melayu Malaysia,” tuturnya.
Hanya saja, untuk menambah daya tarik wisatawan datang ke kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini, Rifai memberikan masukan beberapa penyesuaian yang perlu dilakukan Pemkab Banyuwangi. Termasuk menambah tempat nongkrong untuk wisatawan muda.
Selain itu, yang perlu ditingkatkan adalah pengetahuan tentang Banyuwangi di luar negeri. Peningkatan awareness tentang Banyuwangi itu salah satunya bisa dilakukan dengan memanfaatkan media sosial (medsos). ”Kalau sudah itu sudah oke, saya lihat Banyuwangi semakin siap. Destinasi sudah cukup, atraksi pariwisata juga sudah cukup,” tuturnya.
Sementara itu, Rifai mengaku rencana AirAsia membuka penerbangan internasional rute Banyuwangi-Kuala Lumpur tersebut paling cepat bisa direalisasikan kuartal kedua 2019. ”Penerbangan internasional itu butuh waktu jualan yang lumayan lama. Yang perlu dibangun fondasi-fondasi awareness-nya dulu. Minimal tiga bulan sebelum penerbangan perdana,” kata dia.
Selain Kuala Lumpur, dia mengaku juga telah melihat potensi membuka rute internasional lain di Bandara Banyuwangi. ”Banyak rute yang sudah kita lihat. Tentu saja yang paling dekat yang bisa kita lihat adalah Kuala Lumpur,” kata dia.
Menurut Rifai, pihaknya sudah mengetahui dalam waktu dekat akan ada maskapai lain yang melayani rute penerbangan Banyuwangi-Kuala Lumpur. Namun, dia mengaku hal itu bukan masalah bagi AirAsia. ”Dalam industri ini (penerbangan) tidak ada kompetisi. Segmen kami dengan Citilink berbeda. Kami saling melengkapi. Selama market-nya cukup, Airlines akan masuk,” tegasnya.
Bupati Abdullah Azwar Anas mengaku tim AirAsia datang untuk melakukan survei terkait rencana penerbangan Banyuwangi-Kuala Lumpur PP. ”Home Base AirAsia di Kuala Lumpur. Kalau Banyuwangi terkoneksi dengan Kuala Lumpur, maka Banyuwangi akan masuk jejaring AirAsia di 130 destinasi di seluruh dunia,” ujarnya.
Anas menuturkan, dalam pertemuan kemarin pihaknya juga meminta penjelasan terkait profil penumpang AirAsia. Termasuk kegemaran penumpang maskapai low cost carrier tersebut. ”Dengan mengetahui profil ini, kita sedang menyesuaikan. Kita-kira pasar yang datang seperti apa, kita sudah mendapat masukan,” terangnya.
Dengan penyesuaian itu, diharapkan wisatawan Air Asia yang kebanyakan kaum muda bisa betah bahkan kembali lagi ke Banyuwangi pada musim liburan berikutnya.