Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Yusuf Nuris Tutup Usia

Rahman Bayu Saksono • Kamis, 5 Juli 2018 | 02:45 WIB
yusuf-nuris-tutup-usia
yusuf-nuris-tutup-usia


MUNCAR - Keluarga besar Nahdatul Ulama (NU) Banyuwangi berduka. KH Yusuf Nur Iskandar alias Gus Yus, 44, sekitar pukul 10.30 meninggal saat akan dirawat di RSUD Blambangan, Banyuwangi, kemarin (3/7).



Gus Yus yang juga Wakil Bupati (Wabup) Banyuwangi periode 2005-2010, itu meninggal karena menderita gagal ginjal. “Gus Yus menderita gagal ginjal sejak 2014,” terang Agus Abdul Azis, salah satu kakak Gus Yus.



Kondisi Gus Yus mulai drop pada Senin (2/7), oleh keluarga dibawa ke rumah sakit MMC di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar. Saat dibawa ke rumah sakit, kondisinya juga masih sadar. “Gus Yus minta dirawat di rumah saja, setelah dirawat di MMC juga pulang lagi,” terang Gus Azis, sapaan Agus Abdul Azis.



Karena permintaannya itu, Gus Yus oleh keluarga dibawa pulang dengan te­tap diberi oksigen. Tapi pada Selasa pagi (3/7), kondisinya kembali drop dan lemah. Melihat kondisinya yang lemah itu, oleh ke­luarga langsung dibawa ke RSUD Blambangan. Tapi belum sampai di rumah sakit milik Pemkab Ba­nyuwangi itu, putra sulung al­marhum Prof. Dr. KH Nur Iskandar Al Bar­sani itu meninggal. “Meninggal saat menuju ke Ba­nyu­wangi, setiba di RSUD Blam­bangan dan dicek sudah meninggal,” ungkapnya.



Setelah sempat diperiksa di RSUD Blam­bangan, jenazah Gus Yus dikirim ke rumah duka di Dusun Krajan, Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar. Gus Yus dimakamkan di kompleks pemakaman Pondok Pesantren Manbaul Ulum, Mbrasan, Desa Wringin Putih.



Sebelum dimakamkan, ribuan petakziah ikut menyalati di mu­salah dekat rumah duka dan di masjid dalam kompleks Pondok Pesantren Manbaul Ulum, Mbra­san. “Gus Yus itu orang yang sangat baik dan sosialnya tinggi, kita semua kehilangan,” katanya.



Gus Yus meninggalkan satu istri, Faiqotul Himah, dan empat putra, Qotrul Nada, Ibrahim, Sakila, dan Aisyatul Humairoh. “Tidak ada fira­sat apa-apa, pesannya itu untuk selalu mengembangkan pesan­tren­­nya,” ujarnya.



Sementara itu, Ketua PCNU Ba­nyuwangi, KH Ali Makki Zaini mengatakan Gus Yus itu sosok orang yang alim. Beliau itu salah satu tokoh kiai muda yang sangat potensial. “Kita sangat kehilangan sosok beliau,” cetusnya.



Menurut Gus Makki, Gus Yus itu salah satu orang yang memiliki kecerdasan yang luar biasa. Se­lain ahli dalam kitab kuning, juga memiliki kelebihan dalam pemi­kiran Islam. “Gus Yus itu soal Islam dan ke-Isla­man sangat luar biasa, kami di PCNU Ba­nyu­wangi benar-benar merasa kehilangan,” ungkapnya.



Gus Yus yang kini menjadi Wakil Rais Syuriah PCNU itu selama ini aktif dalam kegiatan NU. “Pemi­kiran-pemikirannya luar biasa, kita banyak menerapkan apa yang beliau sampaikan,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.



Gus Makki berharap kepada semua warga NU yang tidak sem­pat takziah, untuk melak­sanakan salat goib. “Saya ingin semua warga NU yang tidak bisa takziah untuk salat goib saja di rumah atau masjid,” pungkasnya.



Meninggalnya Gus Yus tidak hanya membuat warga NU ber­duka. Tapi, juga warga semua. Ri­buan petakziah sejak pagi tam­pak berdatangan di rumah duka dan di Pondok Pesantren Manbaul Ulum, Mbrasan, Desa Wringin­pu­tih, Kecamatan Mun­car.



Editor : Rahman Bayu Saksono
#rsud blambangan