Kapal kargo Nadif MV berbendera Indonesia sandar di Pelabuhan Tanjung Wangi, sejak Jumat lalu (19/1). Kapal dengan panjang (LOA) 190 meter dan GT 30.000 mengangkut 46.160 ton pupuk subsidi milik PT Kaltim.
Bongkar muat tersebut dilakukan oleh PT Pelindo III Cabang Tanjung Wangi dengan mengerahkan empat unit hooper. ”Kami menargetkan pekerjaan bongkar pupuk kapal tersebut akan rampung dalam minggu ini,” ujar General Manager (GM) PT Pelindo III Cabang Tanjung Wangi Lina Ratnasari.
Pupuk tersebut selanjutnya diangkut menggunakan truk khusus angkutan pelabuhan menuju gudang penampungan milik PT Bromo Trasindo di Dusun Gunung Remuk, Desa Ketapang.
Proses bongkar pupuk di Tanjung Wangi memudahkan pengiriman antarpulau. Pupuk tersebut selanjutnya akan dikirim ke seluruh Banyuwangi, Pulau Bali, Nusa Tenggara Timur, dan juga Nusa Tenggara Barat. ”Pelabuhan Tanjung Wangi sejak tahun 2014 menjadi lokasi favorit kegiatan bongkar pupuk. Kegiatan bongkar ini rutin dilaksanakan sebulan sekali. Adapun kapal yang masuk selain kapal Nadhif MV yaitu MV Eastern cape, MV Nameera, juga ada MV Nur Allya,” ungkap Lina.
Cuaca ekstrem dikatakan cukup memengaruhi proses bongkar muatan. ”Jika tidak terkendala cuaca, proses bongkar muat pupuk akan berlangsung cepat. Untuk saat ini proses pembongkaran pupuk berlangsung sejak Jumat lalu (19/1) hingga Jumat depan (26/1),” kata Lina.
Editor : Syaifuddin Mahmud