JawaPos.com – Seluruh anggota TNI-AL Banyuwangi menggelar doa bersama untuk memperingati Hari Dharma Samudera di Pangkalan TNI-AL (Lanal) Banyuwangi Jumat lalu (12/1). Mereka mendoakan arwah para pahlawan yakni awak Kapal Republik Indonesia (KRI) Macan Tutul yang gugur dalam pertempuran Laut Aru pada 15 Januari 1962 atau 55 tahun silam.
Doa bersama dilaksanakan di tiga tempat secara bersamaan, Bagi umat muslim dilaksanakan di Masjid Al-Amin Lanal Banyuwangi. Untuk anggota TNI AL yang beragama Nasrani, doa bersama dilaksanakan di Ruang Jalasenastri. Sedangkan untuk anggota beragama Hindu melaksanakan kegiatan doa di ruang Balai Pengobatan Lanal Banyuwangi.
Komandan Lanal (Danlanal) Banyuwangi Letkol Laut (P) Suhartaya mengatakan, doa bersama dilakukan serentak karena perintah dari pusat. Hari Dharma Samudera yang diperingati setiap tanggal 15 Januari, merupakan upacara untuk memperingati peristiwa heroik yang terjadi di Laut Aru pada 15 Januari 1962.
Saat itu, terjadi pertempuran laut yang melibatkan tiga kapal cepat torpedo TNI AL. Yakni KRI Macan Tutul, KRI Harimau, dan KRI Macan Kumbang. Mereka menghadapi kapal perang kerajaan Belanda yang lebih modern dan canggih.
KRI Macan Tutul yang melakukan patroli sekaligus misi pendaratan bagi sukarelawan asal Papua yang menuju ke Kaimana, Irian Barat. Kapal itu berangkat bersama KRI Macan Kumbang dan KRI Harimau.
Komodor Yos Sudarso yang saat itu menjabat sebagai Deputi KASAL, on board di atas KRI Macan Tutul sebagai Senior Officer Present Afloat (SOPA). Bersama awak KRI Macan Tutul, Yos Sudarso melakukan misi operasi Dwikora pembebasan Irian Barat. Namun pada peristiwa tersebut, Yos Sudarso akhirnya gugur sebagai kusuma bangsa.
Danlanal Suhartaya menambahkan, kegiatan doa bersama itu dilaksanakan oleh personel Lanal untuk mengenang jasa pahlawan yang gugur dalam pertempuran Laut Aru. ”Kita semua sebagai penerus perjuangan bangsa senantiasa mengingat jasa para pahlawan, mendoakan serta meneladani perjuangan mereka,” ujarnya.