Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ini Penyebab Warung Remang-remang LCM Tetap Jadi Pangkalan PSK

Ali Sodiqin • Kamis, 14 September 2017 | 16:30 WIB
ini-penyebab-warung-remang-remang-lcm-tetap-jadi-pangkalan-psk
ini-penyebab-warung-remang-remang-lcm-tetap-jadi-pangkalan-psk

KALIPURO –  Geliat warung remang-remang di LCM Ketapang mengusik Satpol PP. Minggu malam (10/9),  anggota Satpol PP sebatas mendata para wanita yang mangkal di warung remang dekat pelabuhan LCM Ketapang tersebut.

Kedatangan Satpol PP tersebut tidak membuat takut para wanita yang mangkal di wisma-wisma. Mereka justru dengan santai duduk-duduk di ruang tamu wisma sembari berbincang dengan tamu.

Sejak warung remang Ketapang diberitakan bergeliat lagi, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (KasatpolPP) Banyuwangi, Edi Supriyono langsung  memerintahkan anggotanya untuk memantau  eks-lokalisasi PSK tersebut.

Pemantauan tidak hanya di LCM, tapi juga di Warung Panjang, Ketapang. Dari pemantauan yang dilakukan Minggu malam itu (10/9), petugas mencatat ada 46 pramusaji di LCM dan 23 warung,  Di Warung Panjang ada 33 pramusaji dan 11 warung.

Edi Supriyono membantah di dua warung tersebut berlangsung kegiatan prostitusi. “Dari pemantauan yang dilakukan sudah tidak ada praktik prostitusi,” tegas Edi.

Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, usai pendataan, para PSK kembali mangkal di warung remang LCM.  “Iya, semalam memang ada razia. Tapi sebelumnya kami sudah dapat informasi,” ucap Bunga (samaran), 25, PSK asal Bondowoso.

Diberitakan sebelumnya, meski disebut sudah lama ditutup, aktivitas warung remang-remang di kawasan Pelabuhan Landing Craft Machine (LCM), Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro ternyata “kambuh” lagi. Puluhan wanita yang disinyalir berpraktik sebagai pekerja seks komersial (PSK), tiap malam terlihat melayani para pria hidung belang.

Diduga, warung remang LCM itu sudah cukup lama beroperasi kembali. Sayang, aktivitas mereka menjajakan diri tersebut terkesan aman-aman saja. Aparat kepolisian setempat sudah berulang kali merazia praktik mesum tersebut. Namun, hari ini dirazia, besoknya buka praktik lagi. (kri/aif/c1)     

Editor : Ali Sodiqin