RADAR BANYUWANGI – Pulang kerja bukan lagi alasan untuk menunda mengurus dokumen administrasi. Warga Kecamatan Genteng, Banyuwangi, justru memanfaatkan layanan publik hingga malam melalui Program Layanan Terintegrasi Nganti Wengi (Lingsir Wengi) di Kantor Kecamatan Genteng, Selasa (6/10).
Sejak pukul 16.00 hingga 20.00, kantor kecamatan dipadati warga yang ingin mengurus berbagai kebutuhan administrasi. Program tersebut memang dirancang untuk menjangkau masyarakat yang kesulitan mengakses pelayanan pemerintah pada jam kerja.
Tak hanya administrasi kependudukan (adminduk), sejumlah layanan lain turut dihadirkan dalam satu lokasi. Warga bisa mengurus pembuatan maupun pembaruan KTP dan kartu keluarga (KK), sekaligus mengakses layanan dari sejumlah instansi terkait.
Camat Genteng Khoirul Hidayat mengatakan, Lingsir Wengi lahir dari evaluasi terhadap pola kedatangan masyarakat. Pihaknya melihat cukup banyak warga baru datang menjelang kantor pelayanan tutup karena harus menyelesaikan pekerjaan terlebih dahulu.
“Kami satukan berbagai jenis layanan agar warga yang tidak sempat mengurus dokumen pada pagi hari tetap mendapatkan hak pelayanan terbaik hingga malam,” ujar Khoirul.
Layanan Publik Dibuka hingga Malam
Konsep pelayanan terintegrasi menjadi salah satu daya tarik Lingsir Wengi. Warga tidak hanya mendapatkan layanan adminduk, tetapi juga bisa menyelesaikan sejumlah kebutuhan administratif dan pelayanan dasar lainnya.
Beberapa stan disiapkan dalam kegiatan tersebut. Selain layanan KTP dan KK, tersedia stan Samsat dan SIM keliling untuk pembayaran pajak kendaraan serta perpanjangan SIM.
Layanan perizinan juga turut dibuka. Termasuk di dalamnya pengurusan izin usaha, layanan kesehatan, dan BPJS Kesehatan.
Dengan konsep tersebut, masyarakat tidak perlu datang ke kantor pemerintahan pada pagi atau siang hari yang berpotensi berbenturan dengan jam kerja.
Pulang Kerja, Langsung Urus KTP
Kemudahan itu dirasakan langsung Fitri, 34, warga Dusun Selorejo, Desa Kaligondo. Setelah menyelesaikan pekerjaannya, dia memilih datang ke Kantor Kecamatan Genteng untuk memperbarui data KTP.
Fitri mengaku mengetahui adanya layanan tersebut dari kepala dusun. Informasi itu membuatnya tidak perlu mengambil izin kerja hanya untuk mengurus dokumen kependudukan.
“Saya dapat informasi dari kepala dusun, kemudian datang ke sini setelah pulang kerja,” katanya.
Bagi Fitri, jam pelayanan hingga malam menjadi solusi bagi warga yang sehari-hari bekerja. Dia berharap program tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat.
“Kami berharap ke depan kegiatan ini digelar kembali dan terus berlanjut, kalau bisa digelar setiap bulan,” harapnya.
Dorong Pelayanan yang Lebih Dekat
Program Lingsir Wengi sekaligus menjadi bagian dari semangat Genteng Semarak, yakni pelayanan yang mengedepankan prinsip Sejahtera, Ramah, Maju, dan Kolaboratif.
Konsep tersebut diwujudkan melalui kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan sejumlah instansi terkait. Berbagai layanan yang biasanya diakses masyarakat di tempat berbeda dihimpun dalam satu kegiatan.
Bagi pemerintah kecamatan, pola pelayanan seperti ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan warga, terutama kelompok pekerja yang memiliki keterbatasan waktu pada jam pelayanan reguler.
Di sisi lain, antusiasme warga menjadi gambaran bahwa fleksibilitas waktu pelayanan publik masih dibutuhkan. Ketika loket dibuka selepas jam kerja, warga pun memiliki ruang untuk mengurus kebutuhan administrasi tanpa harus meninggalkan pekerjaan. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin