Waspada Deepfake, Bhabinkamtibmas Banyuwangi Dibekali Literasi AI

Bagus Rio Rohman • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 06:30 WIB
Seluruh Bhabinkamtibmas Polresta Baanyuwangi dibekali jadi agen literasi digital di Rupatama Polresta Banyuwangi, Minggu (4/10). (Humas Polresta Banyuwangi)
Seluruh Bhabinkamtibmas Polresta Baanyuwangi dibekali jadi agen literasi digital di Rupatama Polresta Banyuwangi, Minggu (4/10). (Humas Polresta Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini tak hanya menawarkan kemudahan, tetapi juga membawa risiko baru di ruang digital. Untuk mencegah masyarakat menjadi korban penyalahgunaan teknologi tersebut, Polresta Banyuwangi membekali Bhabinkamtibmas dan operator dengan pengetahuan AI agar mampu menjadi agen literasi digital hingga tingkat desa dan kelurahan.

Pembekalan tersebut dikemas melalui Pelatihan Petugas Sosialisasi dan Operator Paham AI yang digelar di Rupatama Polresta Banyuwangi. Personel dibekali pemahaman mengenai pemanfaatan AI secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.

Langkah tersebut tidak berhenti pada peningkatan kapasitas internal kepolisian. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan diteruskan kepada masyarakat melalui personel Bhabinkamtibmas yang sehari-hari bersentuhan langsung dengan warga di wilayah binaannya.

Polisi Tak Hanya Bicara Kamtibmas

Perkembangan AI membuat kemampuan mengakses dan menggunakan teknologi semakin mudah. Namun, kemudahan tersebut juga membuka ruang penyalahgunaan apabila masyarakat tidak memiliki literasi yang cukup.

Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rofiq Ripto Himawan mengatakan, perkembangan teknologi harus berjalan beriringan dengan peningkatan pemahaman masyarakat.

“AI semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Karena itu, masyarakat perlu memahami manfaat sekaligus risikonya. Bhabinkamtibmas diharapkan mampu hadir memberikan edukasi agar teknologi ini digunakan secara bijak, aman, dan bertanggung jawab,” katanya.

Menurut Rofiq, posisi Bhabinkamtibmas sangat strategis. Personel yang bertugas di tingkat desa dan kelurahan tersebut memiliki akses langsung kepada masyarakat sehingga dapat menjadi penghubung dalam menyampaikan informasi mengenai perkembangan teknologi.

Peran tersebut sekaligus memperluas tugas Bhabinkamtibmas. Mereka tidak hanya dituntut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menjalankan fungsi edukatif menghadapi perubahan teknologi.

“Bhabinkamtibmas tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memiliki peran edukatif, termasuk membantu masyarakat memahami perkembangan AI agar dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif dan produktif,” tegasnya.

Foto hingga Suara Bisa Dipalsukan

Salah satu tantangan terbesar di tengah perkembangan AI adalah semakin sulitnya membedakan konten asli dan konten hasil rekayasa.

PS Kasihumas Polresta Banyuwangi Iptu Ni Made Chandra Dewi mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di ruang digital.

AI kini memungkinkan pembuatan maupun manipulasi foto, video, suara, hingga informasi yang secara visual atau audio dapat terlihat meyakinkan. Kondisi tersebut menuntut masyarakat lebih kritis sebelum menerima atau menyebarkan sebuah konten.

“Literasi AI bukan hanya soal bisa menggunakan teknologi, tetapi juga memahami risikonya. Masyarakat harus lebih cermat terhadap foto, video, suara, maupun informasi yang beredar dan memastikan kebenarannya sebelum mempercayai atau menyebarkannya,” ungkapnya.

Bhabinkamtibmas Jadi Ujung Tombak

Melalui pelatihan tersebut, personel Bhabinkamtibmas dan operator Paham AI diharapkan memiliki bekal untuk memberikan edukasi secara langsung kepada warga.

Pesan yang dibawa bukan untuk menjauhkan masyarakat dari AI. Sebaliknya, teknologi tersebut perlu dimanfaatkan untuk kegiatan yang positif dan produktif, sembari memahami potensi risikonya.

Dengan pola edukasi dari tingkat kepolisian hingga desa dan kelurahan, Polresta Banyuwangi ingin memastikan perkembangan AI tidak hanya menghadirkan kemudahan, tetapi juga diikuti kemampuan masyarakat untuk menyaring informasi, mengenali potensi manipulasi, serta menggunakan teknologi secara aman dan bertanggung jawab.

Di tengah derasnya arus konten digital, kemampuan untuk berhenti sejenak, memeriksa kebenaran, lalu menentukan apakah sebuah informasi layak dipercaya atau disebarkan, menjadi bagian penting dari literasi AI. (rio/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Literasi AI Bhabinkamtibmas Banyuwangi Risiko AI Paham AI polresta banyuwangi