RADAR BANYUWANGI – Hariyadi resmi menjadi ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banyuwangi periode 2026–2029 setelah meraih suara terbanyak dalam Konferensi Kabupaten (Konferkab) V PWI Banyuwangi. Wartawan senior kabarrakyat.id itu mengantongi 21 suara dari anggota biasa, mengungguli Dedy Jumhardiyanto dengan 12 suara dan Gatot Imawan yang memperoleh enam suara.
Pemilihan berlangsung di Hotel Aston Banyuwangi, Sabtu (3/10). Hasil tersebut sekaligus menandai berakhirnya kepemimpinan Budi Wirianto yang telah memimpin PWI Banyuwangi selama periode 2023–2026.
Dengan perolehan 21 suara, Hariyadi menjadi ketua definitif untuk masa bakti tiga tahun ke depan. Ia akan memimpin organisasi profesi wartawan tersebut dalam menghadapi tantangan peningkatan kompetensi, profesionalisme, serta penguatan independensi pers di Banyuwangi.
Coblos Gambar di Bilik, Suksesi PWI Banyuwangi Berlangsung Dinamis
Konferkab V PWI Banyuwangi kali ini memiliki mekanisme pemilihan yang berbeda. Proses pemungutan suara dilakukan dengan mencoblos gambar kandidat di dalam bilik suara khusus, menyerupai mekanisme pemilu.
Sistem tersebut disebut menjadi kali pertama diterapkan PWI Jawa Timur di Banyuwangi. Mekanisme pemilihan dibuat lebih terstruktur untuk menjaga proses suksesi berlangsung tertib sekaligus memberikan ruang bagi anggota menggunakan hak pilihnya secara langsung dan rahasia.
Dari total suara sah yang dihimpun, Hariyadi memperoleh 21 suara. Sementara Dedy Jumhardiyanto mendapatkan 12 suara dan Gatot Imawan enam suara.
Hasil pemungutan suara tersebut kemudian menetapkan Hariyadi sebagai ketua PWI Banyuwangi periode 2026–2029.
"Kami sangat bangga seluruh tahapan Konferkab berjalan lancar dan bersih tanpa intrik politik luar yang mencederai kebersamaan. Ini adalah amanah besar dan tanggung jawab moral kami untuk membawa organisasi profesi ini menjadi role model yang profesional bagi institusi lainnya," tegas Hariyadi.
Pengurus Baru Langsung Dilantik
Setelah proses pemilihan selesai, jajaran pengurus PWI Banyuwangi periode 2026–2029 langsung dilantik. Prosesi pelantikan dipimpin Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim.
Pelantikan tersebut disaksikan Sekretaris Daerah Banyuwangi Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, Asisten Administrasi Umum Budi Santoso, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Solichin, serta perwakilan Polresta Banyuwangi dan Kodim 0825.
Sejumlah tokoh organisasi keagamaan juga hadir, di antaranya perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), dan Muhammadiyah.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pergantian kepemimpinan PWI Banyuwangi tidak hanya menjadi agenda internal organisasi, tetapi juga mendapat perhatian dari berbagai elemen daerah.
Kompetensi Jurnalis dan Independensi Pers Jadi Pesan Utama
Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim berpesan agar kepengurusan baru menjadikan peningkatan kompetensi wartawan sebagai salah satu agenda utama.
Standardisasi kompetensi jurnalis, kata dia, perlu berjalan beriringan dengan kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik. Profesionalisme wartawan menjadi fondasi penting agar produk jurnalistik tetap memenuhi standar kerja jurnalistik dan memberikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Pesan serupa disampaikan Sekda Banyuwangi Suyanto Waspo Tondo Wicaksono. Dia berharap PWI tetap menjaga independensi pers sekaligus menjalankan peran sebagai mitra strategis dalam mengawasi pembangunan daerah.
"Pers harus konsisten menjadi wadah bagi lahirnya kritik yang sehat, objektif, konstruktif, serta berpihak mutlak pada pemenuhan kepentingan publik," pungkasnya.
Dengan terpilihnya Hariyadi, estafet kepemimpinan PWI Banyuwangi resmi beralih untuk periode 2026–2029. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan mandat konferkab tersebut ke dalam program organisasi, terutama peningkatan kompetensi wartawan, penguatan profesionalisme, dan penjagaan independensi pers. (rio/aif)
Editor : Ali Sodiqin