Warga Lima Kecamatan Terdampak Kekeringan, Pemkab Banyuwangi Gencarkan Distribusi Air

Sigit Hariyadi • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 04:00 WIB
Sekkab Suyanto Waspo Tondo Wicaksono bersama Mayor Kaveleri Suprapto melepas truk tangki berisi air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Markas Kodim 0825 Banyuwangi. (Humas Pemkab Banyuwangi)
Sekkab Suyanto Waspo Tondo Wicaksono bersama Mayor Kaveleri Suprapto melepas truk tangki berisi air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Markas Kodim 0825 Banyuwangi. (Humas Pemkab Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Sebanyak 764 ribu liter air bersih telah disalurkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi ke 18 dusun yang tersebar di lima kecamatan hingga 27 September 2026. Distribusi bantuan tersebut menjadi upaya menjaga kebutuhan dasar warga di tengah musim kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung hingga Desember mendatang.

Lima kecamatan yang menjadi sasaran penyaluran meliputi Srono, Cluring, Tegaldlimo, Bangorejo, dan Pesanggaran. Distribusi air bersih dilakukan secara bertahap sejak 22 Juli 2026 dan akan terus berlanjut hingga status siaga kekeringan berakhir.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Partana mengatakan, musim kemarau telah berlangsung sejak Mei 2026. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah wilayah mengalami kekeringan dan membutuhkan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

epson

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), awal musim hujan di Jawa Timur tidak terjadi secara serentak. Sebagian wilayah diprediksi mulai memasuki musim hujan pada November 2026, sedangkan wilayah lainnya, termasuk Banyuwangi, diperkirakan menyusul pada Desember.

“Berdasarkan rilis BMKG, awal musim hujan di Jawa Timur tidak terjadi secara bersamaan. Sebagian wilayah diprediksi mulai memasuki musim hujan pada November 2026, sedangkan wilayah lainnya baru menyusul pada Desember 2026, salah satunya Banyuwangi,” ujar Partana.

Distribusi Air Bersih Berlanjut hingga Status Siaga Berakhir

Menghadapi dampak kemarau yang berkepanjangan, Pemkab Banyuwangi telah menetapkan status siaga kekeringan. Salah satu langkah penanganan yang dilakukan adalah mengirimkan bantuan air bersih secara rutin ke wilayah-wilayah terdampak.

Pasokan tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan konsumsi maupun keperluan mandi, cuci, kakus (MCK). Dengan distribusi bertahap, pemerintah berupaya memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses air bersih selama musim kemarau.

“Pendistribusian air bersih terus kami lakukan hingga status siaga kekeringan selesai. Air bersih ini untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan mandi, cuci, kakus (MCK) warga,” terang Partana.

Upaya penanganan kekeringan juga melibatkan berbagai unsur, termasuk Komando Distrik Militer (Kodim) 0825 Banyuwangi. Institusi tersebut turut menyalurkan tujuh tangki air bersih atau sekitar 31 ribu liter untuk warga di Kecamatan Pesanggaran dan Tegaldlimo.

Pelepasan bantuan dilakukan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Banyuwangi Suyanto Waspotondo bersama Kasdim 0825 Banyuwangi Mayor Kaveleri Suprapto di Kantor Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi pada 25 September lalu.

Mayor Kaveleri Suprapto menjelaskan, penyaluran air bersih tersebut merupakan bagian dari kegiatan Bakti TNI dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI yang jatuh pada 5 Oktober 2026.

“Pendistribusian air ini dilakukan dalam rangka kegiatan Bakti TNI untuk memperingati HUT TNI,” ujarnya.

PUDAM Suplai Air, Sejumlah Pihak Turut Mendukung

Selain Kodim 0825 Banyuwangi, penanganan kekeringan juga mendapat dukungan dari BPBD Provinsi Jawa Timur, Palang Merah Indonesia (PMI) Banyuwangi, Bank Jatim, serta PT Bumi Suksesindo (BSI).

Seluruh pasokan air bersih yang didistribusikan kepada warga bersumber dari PUDAM Banyuwangi. Kolaborasi lintas lembaga tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan bantuan, terutama ke wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan air selama kemarau.

Partana mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang turut membantu pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak kekeringan.

“Dukungan berbagai pihak ini sangat membantu upaya penanganan kekeringan di Banyuwangi. Kami berharap kebutuhan air bersih warga di wilayah terdampak dapat terus terpenuhi selama musim kemarau,” pungkasnya.

Dengan distribusi yang terus berlanjut, Pemkab Banyuwangi berharap warga di 18 dusun terdampak tetap memperoleh pasokan air bersih hingga musim hujan tiba dan status siaga kekeringan dinyatakan berakhir. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
kekeringan Banyuwangi Distribusi air Banyuwangi Kemarau panjang 2026 krisis air bersih bantuan air bersih