Cuma 8 KK, Kampung Terpencil Banyuwangi Ini Dapat Bantuan PLTMH hingga Musala

Salis Ali Muhyidin • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 10:00 WIB
Direktur AirNav Indonesia Capt Avirianto Suratno (kiri) menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Wakil Bupati Mujiono, Rabu (30/9). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)
Direktur AirNav Indonesia Capt Avirianto Suratno (kiri) menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Wakil Bupati Mujiono, Rabu (30/9). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Tinggal di pelosok bukan berarti harus hidup dengan keterbatasan. Delapan kepala keluarga (KK) di Kampung Seling, Dusun Krajan, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, kini mendapat harapan baru setelah AirNav Indonesia menghadirkan bantuan infrastruktur dasar berupa turbin Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), musala, ruang belajar jauh, serta fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK).

Bantuan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) tersebut menjadi langkah nyata untuk membuka akses listrik, pendidikan, ibadah, dan sanitasi yang lebih layak bagi warga di kawasan terpencil. Meski hanya dihuni delapan KK, masyarakat Seling tetap mendapatkan perhatian dalam upaya pemerataan pembangunan di Banyuwangi.

Penyerahan bantuan dilakukan oleh Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, didampingi Direktur Utama AirNav Indonesia Capt Avirianto Suratno, di kawasan Wisata Gerbang Raung, Desa Jambewangi, yang berjarak sekitar lima kilometer dari permukiman warga Seling.

Sejumlah pejabat turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Badan Kehormatan DPRD Banyuwangi Suwito, Kepala Desa Jambewangi Maskur, Camat Sempu Mujito, Wakil Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Barat Sunardi, serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Banyuwangi.

Menjangkau Kampung Terpencil, Memastikan Kebutuhan Dasar Terpenuhi

Bagi warga Kampung Seling, kehadiran fasilitas umum bukan sekadar pembangunan fisik. Infrastruktur tersebut menjadi penopang kehidupan sehari-hari, sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup.

Bantuan turbin PLTMH diharapkan memperkuat akses energi bagi warga. Sementara itu, pembangunan ruang belajar jauh menjadi dukungan penting bagi anak-anak sekolah yang tinggal di kawasan tersebut agar tetap memiliki ruang untuk menimba ilmu.

Fasilitas musala dan MCK juga disiapkan untuk menunjang kebutuhan keagamaan serta sanitasi masyarakat. Seluruh bantuan itu dirancang agar warga dapat menikmati fasilitas dasar yang lebih memadai meski tinggal jauh dari pusat permukiman umum.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menyampaikan apresiasi kepada AirNav Indonesia atas kepeduliannya terhadap masyarakat di wilayah terpencil.

"Kami menyampaikan terima kasih, di mana program ini bisa menyentuh masyarakat Seling dan semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Mujiono, bantuan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fasilitas, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi dan produktivitas warga.

Dia meminta pemerintah desa ikut mendampingi masyarakat agar seluruh fasilitas yang telah diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal, termasuk ruang belajar yang diperuntukkan bagi siswa asal Kampung Seling.

"Pak kades saya harap bisa membantu masyarakat di sana agar bisa memanfaatkan bantuan tersebut, produktivitas masyarakat harus ikut meningkat sesuai kearifan masyarakat setempat," tandasnya.

Jadi Contoh Gerakan Tandang Bareng Banyuwangi

Mujiono menambahkan, program bantuan AirNav Indonesia tersebut menjadi salah satu contoh konkret gerakan Tandang Bareng yang digaungkan Pemkab Banyuwangi.

Gerakan ini menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak untuk menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk warga yang tinggal di kawasan dengan keterbatasan akses infrastruktur.

Keterlibatan dunia usaha melalui program TJSL dinilai dapat memperkuat upaya pemerintah dalam memperluas jangkauan pembangunan, terutama pada wilayah yang membutuhkan perhatian khusus.

Sementara itu, Direktur Utama AirNav Indonesia Capt Avirianto Suratno menegaskan bahwa program TJSL tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemerataan pembangunan.

Menurut dia, masyarakat yang bermukim di daerah pedalaman perlu memperoleh akses yang lebih baik terhadap berbagai kebutuhan mendasar, mulai dari pendidikan, fasilitas keagamaan, hingga sanitasi.

Melalui bantuan di Kampung Seling, AirNav Indonesia berharap keberadaan infrastruktur baru dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

Bagi delapan KK di pelosok Jambewangi itu, bantuan tersebut bukan sekadar bangunan dan fasilitas baru. Lebih dari itu, hadirnya infrastruktur dasar menjadi bukti bahwa jarak dan keterpencilan tidak seharusnya menjadi penghalang bagi masyarakat untuk mendapatkan kesempatan hidup yang lebih layak. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
TJSL AirNav Indonesia Pembangunan PLTMH Bantuan warga terpencil Kampung Seling Banyuwangi Bantuan AirNav Banyuwangi