Bukan Sekadar Gowes, CFD Karetan Banyuwangi Jadi Etalase 500 UMKM

Zamrozi Wahyu • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 05:30 WIB
BERANGKAT: Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani ikut gowes di CFD Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Minggu (27/9). (Agus Hartono for Radar Banyuwangi)
BERANGKAT: Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani ikut gowes di CFD Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Minggu (27/9). (Agus Hartono for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Minggu pagi di Hutan Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, kini tak sekadar menjadi waktu untuk berolahraga. Ribuan warga memadati kawasan tersebut untuk menikmati suasana alam sekaligus berburu kuliner dan produk lokal. Di tengah keramaian itu, sekitar 500 pelaku UMKM mendapat ruang untuk mengembangkan usaha melalui Car Free Day (CFD) Karetan.

Aktivitas tersebut mendapat dukungan langsung dari Pemkab Banyuwangi. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bahkan hadir dengan bersepeda untuk ikut merasakan geliat CFD yang digelar setiap Minggu pagi tersebut.

Tak hanya bersepeda, Ipuk juga meresmikan Pasar Jati Agung. Kehadiran pasar tersebut diharapkan semakin memperluas ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk sekaligus mengembangkan usaha mereka.

Sejak pagi, jalan raya yang menghubungkan Desa Karetan dengan Desa Glagahagung berubah menjadi ruang publik yang dipenuhi aktivitas warga. Kendaraan bermotor dibatasi, sementara pejalan kaki dan pesepeda leluasa menikmati jalur sepanjang sekitar empat kilometer.

Di sisi jalan, ratusan lapak UMKM menawarkan beragam makanan dan produk lokal. Pengunjung yang datang untuk berolahraga pun memiliki pilihan untuk berhenti, menikmati kuliner, atau berbelanja sebelum melanjutkan aktivitas.

Bagi Pemkab Banyuwangi, konsep tersebut menjadi perpaduan antara olahraga, wisata, dan aktivitas ekonomi dalam satu kawasan.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, CFD merupakan ruang positif yang bisa memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Selain mendorong pola hidup sehat, kegiatan tersebut menjadi sarana silaturahmi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM.

"CFD ini menjadi ruang positif bagi masyarakat. Selain untuk hidup sehat, juga menjadi ajang silaturahmi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM," kata Ipuk.

Menurut dia, kawasan Hutan Karetan memiliki daya tarik tersendiri karena aktivitas CFD berlangsung di tengah lingkungan alam. Kondisi tersebut membuat kegiatan olahraga sekaligus wisata menjadi lebih menarik bagi masyarakat.

"Saya senang bisa CFD-an di Karetan yang lagi viral ini. Saya rasa ini CFD teramai dan juga rapi penataannya. Terlebih lagi tempatnya di alam, di kawasan Perhutani sehingga sangat nyaman," ujarnya.

Ipuk juga mengingatkan agar geliat ekonomi dan tingginya kunjungan masyarakat tetap diimbangi dengan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Pengelolaan sampah menjadi perhatian agar kenyamanan pengunjung tetap terjaga dan kawasan hutan tidak terdampak aktivitas masyarakat.

"Saya juga titip untuk pengunjung, pedagang, dan Pak Camat supaya sampahnya dikelola dengan baik, agar semua merasa nyaman dan alam kita terus terjaga," tegasnya.

Sementara itu, Camat Purwoharjo Sudarto Setyo Ngabdinegoro mengatakan CFD Hutan Karetan mulai digelar pada Minggu (2/9). Kegiatan tersebut berlangsung rutin setiap Minggu pagi dengan menutup akses kendaraan bermotor di jalur sepanjang empat kilometer.

CFD berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 09.00. Selama tiga jam tersebut, jalur digunakan khusus bagi pejalan kaki, pesepeda, serta masyarakat yang ingin menikmati berbagai aktivitas dan kuliner.

"Terdapat sekitar 500 pelaku UMKM dalam kegiatan tersebut," kata Sudarto.

Dengan konsep tersebut, CFD Karetan tidak hanya menjadi ruang olahraga warga. Keramaian setiap Minggu pagi sekaligus membuka akses pasar bagi pelaku UMKM, menjadikan kawasan Hutan Karetan sebagai salah satu titik aktivitas ekonomi masyarakat Purwoharjo. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
CFD Karetan Pasar Jati Agung hutan karetan Ipuk Fiestiandani UMKM Banyuwangi