RADAR BANYUWANGI – Upaya menghindari kendaraan di Jalan Argopuro, Banyuwangi, justru berujung maut. Dua sepeda motor Honda Vario terlibat adu banteng di depan Agen Elpiji PT Putra Kami Suka, Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Sabtu (26/9) pagi. Seorang pelajar berinisial DK, 18, tewas di lokasi, sementara seorang mahasiswa mengalami patah tulang.
Kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 07.40 WIB. DK, warga Kelurahan Kertosari, saat itu mengendarai Honda Vario bernopol P-2738-ZK.
Dari arah berlawanan melaju Honda Vario bernopol P-3103-XI yang dikendarai AHAS, 20, mahasiswa asal Kecamatan Glagah.
Keduanya kemudian bertabrakan dengan keras. Benturan tak terhindarkan setelah AHAS diduga melakukan manuver menghindari kendaraan lain yang muncul dari arah berlawanan.
Hindari Truk, Malah Bertemu Motor dari Arah Berlawanan
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi Ipda Tri Pepri Alfiyan menjelaskan, rangkaian kecelakaan bermula ketika AHAS melaju dari arah barat menuju timur.
Saat melintas di lokasi kejadian, AHAS berhadapan dengan sebuah truk yang belum diketahui identitasnya. Truk tersebut diketahui sedang didahului kendaraan mobil pikap.
Situasi lalu lintas mendadak menjadi rumit.
AHAS spontan menghindar ke sisi kiri. Namun, manuver tersebut justru membuatnya berada pada jalur yang berisiko bertabrakan dengan kendaraan dari arah berlawanan.
“AHAS spontan menghindar ke kiri. Namun, di belakang mobil pikap dari arah berlawanan muncul motor DK yang posisinya sudah mendahului pikap tersebut,” kata Pepri.
Jarak kedua sepeda motor yang sudah terlalu dekat membuat masing-masing pengendara tak lagi memiliki cukup ruang untuk menghindar.
Duar!
Kedua Honda Vario itu akhirnya bertabrakan secara frontal.
Benturan keras membuat DK mengalami luka fatal pada bagian kepala. Nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sementara AHAS mengalami cedera serius berupa patah tulang tangan kanan. Korban langsung dievakuasi ke RSUD Blambangan untuk mendapatkan penanganan medis.
Truk dan Pikap Tinggalkan Lokasi
Ada bagian lain dari kecelakaan tersebut yang masih menjadi teka-teki polisi. Kendaraan yang diduga memicu rangkaian manuver berbahaya itu justru tidak berada di lokasi ketika petugas melakukan penanganan.
Polisi masih menelusuri identitas truk serta mobil pikap yang terlibat dalam rangkaian kejadian tersebut.
Keterangan dari kedua kendaraan itu dinilai penting untuk membantu mengurai secara utuh bagaimana kecelakaan maut di Jalan Argopuro tersebut terjadi.
“Kasus ini sudah kami tangani. Olah TKP telah rampung dilakukan dan kedua kendaraan yang terlibat kini kami amankan ke Unit Laka untuk penyelidikan lebih lanjut,” pungkas Pepri.
Dua sepeda motor Honda Vario yang terlibat kecelakaan kini diamankan di Unit Laka Satlantas Polresta Banyuwangi sebagai barang bukti dan bagian dari proses penyelidikan.
Polisi masih mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk keberadaan truk dan mobil pikap yang disebut berada di sekitar lokasi sebelum tabrakan maut tersebut terjadi. (ray/aif)
Editor : Ali Sodiqin