RADAR BANYUWANGI – Gelombang dan cuaca laut yang bisa berubah sewaktu-waktu membuat keselamatan nelayan menjadi perhatian serius. Untuk menekan risiko kecelakaan di perairan Selat Bali, Satpolairud Polresta Banyuwangi membagikan jaket pelampung (life jacket) gratis kepada nelayan KUB Pulau Wangi di kawasan Pantai Marina Boom Banyuwangi, Kamis (24/9).
Bantuan tersebut bukan sekadar pembagian perlengkapan keselamatan. Polisi juga mengingatkan nelayan agar menjadikan penggunaan life jacket sebagai kebiasaan setiap kali melaut, bukan hanya ketika cuaca sedang buruk atau gelombang meninggi.
Tiga personel Satpolairud, yakni Aipda Arif Irawanto, Aipda Haerul Umam, dan Bripda Marvelino, turun langsung ke dermaga untuk menyerahkan bantuan sekaligus memberikan edukasi kepada para nelayan.
Langkah tersebut menyasar langsung masyarakat pesisir yang setiap hari menggantungkan penghasilan dari aktivitas di laut. Harapannya, risiko fatalitas akibat kecelakaan laut di kawasan Selat Bali dapat ditekan.
Kasatpolairud Polresta Banyuwangi Kompol Muchamad Wahyudi mengatakan, perlengkapan keselamatan merupakan kebutuhan mutlak bagi nelayan. Apalagi, kondisi laut tidak selalu bisa diprediksi.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas di perairan. Kami mengingatkan para nelayan untuk selalu memakai life jacket, bukan hanya saat cuaca atau gelombang sedang buruk, melainkan sepanjang berada di atas kapal,” kata Wahyudi.
Bukan Sekadar Bagi-Bagi Bantuan
Bagi Satpolairud Polresta Banyuwangi, keberadaan polisi di kawasan pesisir tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum. Interaksi langsung dengan nelayan juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan kemitraan.
Nelayan dinilai memiliki peran penting sebagai mitra polisi dalam menjaga keamanan wilayah perairan Banyuwangi. Komunikasi yang terbangun diharapkan membuat berbagai potensi gangguan keamanan, keselamatan, hingga kondisi darurat di laut bisa diketahui dan diantisipasi lebih dini.
Wahyudi menegaskan, bantuan life jacket tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai simbol kepedulian. Perlengkapan itu harus benar-benar digunakan ketika nelayan menjalankan aktivitas di laut.
“Nelayan merupakan mitra strategis kami dalam menjaga keamanan wilayah laut Banyuwangi. Kami berharap bantuan sarana ini benar-benar dimanfaatkan secara maksimal demi melindungi keselamatan mereka saat melaut,” pungkasnya. (rio/aif)
Editor : Ali Sodiqin