Kemenag Lepas Kafilah Porsadin Banyuwangi, Kepala Kemenag: Jauhi Kecurangan, Bertanding Sportif

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 10:17 WIB
Kafilah Kabupaten Banyuwangi bersiap diberangkatkan untuk mengikuti Porsadin VII Tingkat Jawa Timur di Lumajang, Jumat (25/9). Para peserta diminta tampil maksimal dengan tetap menjunjung sportivitas, adab, dan akhlakul karimah. (Bayu Shaputra/Radar Banyuwangi)
Kafilah Kabupaten Banyuwangi bersiap diberangkatkan untuk mengikuti Porsadin VII Tingkat Jawa Timur di Lumajang, Jumat (25/9). Para peserta diminta tampil maksimal dengan tetap menjunjung sportivitas, adab, dan akhlakul karimah. (Bayu Shaputra/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI - Kafilah Kabupaten Banyuwangi resmi diberangkatkan untuk mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) VII Tingkat Jawa Timur, Jumat (25/9). Pemberangkatan berlangsung di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyuwangi.

Kepala Kantor Kemenag Banyuwangi Dr. H. Chaironi Hidayat, S.Ag., M.M. berpesan agar seluruh peserta tidak hanya memburu prestasi. Sportivitas dan karakter harus tetap menjadi landasan utama selama mengikuti perlombaan.

“Harapan saya kepada tim kafilah Banyuwangi, yang pertama adalah membentuk karakter sportivitas dalam perlombaan. Jauhi kecurangan dan segala sesuatu yang tidak baik. Harus bertanding secara maksimal dan sportif. Bonusnya adalah menang, insyaallah,” tegas Chaironi.

Porsadin VII Tingkat Jawa Timur berlangsung pada 25–27 September 2026 di Pondok Pesantren Terpadu Al Fauzan, Lumajang. Banyuwangi mengirimkan para juara pertama tingkat kabupaten untuk bersaing pada seluruh cabang lomba yang dipertandingkan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Dr. H. Alfian, S.Pd., M.Pd. mengatakan, keberhasilan peserta sampai pada tingkat provinsi merupakan buah dari proses panjang yang telah dilalui.

Menurut dia, peserta kini tinggal menjaga kepercayaan diri dan kondisi kesehatan agar kemampuan yang dimiliki bisa keluar secara maksimal saat bertanding.

“Anak-anak sudah berproses panjang di kabupaten. Bisa masuk ke tahapan ini saja sudah luar biasa. Selamat untuk anak-anak. Ketika masuk tingkat provinsi, saya katakan percaya diri saja dan jaga kesehatan,” katanya.

Alfian optimistis para peserta mampu bersaing dan membawa pulang prestasi. Apalagi, mereka telah melewati proses seleksi serta pembinaan sebelum menjadi wakil Banyuwangi.

“Dengan percaya diri, mereka sudah punya kemampuan. Saya berharap mereka bisa menjadi juara di provinsi dan terus mengembangkan potensinya,” tambahnya.

Target tinggi juga dipasang Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Banyuwangi, Gus Aan. Seluruh cabang yang diikuti Banyuwangi, kata dia, diisi peserta yang menyandang status juara pertama tingkat kabupaten.

Karena itu, dia berharap prestasi tersebut dapat dilanjutkan hingga tingkat Jawa Timur, bahkan nasional.

“Seluruh peserta adalah juara satu dari Kabupaten Banyuwangi. Harapan kami, mereka juga menjadi juara satu di tingkat Jawa Timur. Setelah itu, saya berharap anak-anak Banyuwangi bisa menjadi juara satu di tingkat nasional,” ujarnya.

Namun, Gus Aan mengingatkan bahwa ambisi meraih gelar juara tidak boleh membuat peserta mengabaikan tata krama dan adab. Para santri diminta tetap menjaga kesopanan kepada siapa pun, terutama kepada guru dan orang tua.

“Jadilah juara satu di kegiatan Porsadin Jawa Timur. Tetapi jangan sampai melupakan tata krama, adab, dan sopan santun kepada siapa pun, terlebih kepada guru dan orang tua, sehingga kita mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan rida dari Allah SWT,” pesannya.

Sebelum diberangkatkan, kontingen Banyuwangi telah mengikuti pembekalan di Pondok Pesantren Nahdlatul Thullab, Srono, Minggu (20/9). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pemantapan kesiapan peserta, ofisial, dan seluruh unsur kafilah sebelum menuju Lumajang.

Dalam pembekalan itu, Gus Aan juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara prestasi dan akhlakul karimah.

“Kita berharap bisa memperoleh juara pada semua cabang lomba. Tetapi prestasi harus tetap berjalan bersama akhlakul karimah, sportivitas, dan kerendahan hati,” katanya.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Banyuwangi, Kepala Kemenag Banyuwangi, Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan kepada kontingen.

Kontingen Banyuwangi terdiri atas 33 peserta dan 30 ofisial. Dengan tambahan 24 koordinator kecamatan, enam panitia, dan lima pengurus, total kafilah yang terlibat mencapai 98 orang.

Banyuwangi mengikuti seluruh cabang yang dipertandingkan. Pada tingkat Ula terdapat 13 cabang putra dan putri, yakni Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), matematika (MTK), puisi Islami, Cerdas Cermat Diniyah, Murottal wal Imla, pidato Bahasa Indonesia, pidato Bahasa Arab, azan, selawat, kaligrafi, tenis meja, bulu tangkis, dan lari 100 meter.

Sementara itu, pada tingkat Wustha, Banyuwangi mengikuti tiga cabang putra dan putri, yakni MTQ, MTK, dan tenis meja.

Chaironi berharap Porsadin tidak semata-mata menjadi arena kompetisi. Ajang tersebut juga diharapkan menjadi ruang bagi para santri untuk menambah pengalaman, memperluas persaudaraan, dan membangun kepercayaan diri.

Dia turut mengapresiasi FKDT, para ofisial, pendamping, panitia, serta seluruh pihak yang telah menyiapkan kafilah Banyuwangi.

“Semoga seluruh peserta diberikan kelancaran, kesehatan, dan kemudahan dalam mengikuti setiap cabang lomba. Semoga ikhtiar ini membawa prestasi sekaligus keberkahan bagi Banyuwangi,” pungkasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
santri Banyuwangi Porsadin Banyuwangi Porsadin Jawa Timur 2026 FKDT Banyuwangi kemenag banyuwangi