Sampah Penuhi Kalimati Dekat Situs Setinggil, Camat Muncar Siapkan Aksi Bersih

Zamrozi Wahyu • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 07:24 WIB
BANYAK SAMPAH: Camat Abdul Kholid Askandar bersama jajarannya meninjau sungai di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Kamis (24/9). (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwangi)
BANYAK SAMPAH: Camat Abdul Kholid Askandar bersama jajarannya meninjau sungai di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Kamis (24/9). (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Aliran Kalimati di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, berubah menjadi hamparan sampah. Tumpukan sampah yang diduga berasal dari permukiman warga memenuhi aliran sungai tanpa hulu di dekat Situs Setinggil. Pemerintah Kecamatan Muncar pun menyiapkan kerja bakti bersama Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) dan masyarakat untuk membersihkannya.

Persoalan sampah tersebut menjadi salah satu pekerjaan rumah di wilayah Kecamatan Muncar. Kondisi aliran sungai yang berada tidak jauh dari situs bersejarah itu menjadi perhatian setelah sampah terlihat menumpuk di sejumlah bagian aliran.

Camat Muncar Ahmad Kholid Askandar mengatakan, aliran sungai tersebut berbeda dari sungai pada umumnya karena tidak memiliki hulu.

Warga setempat menyebutnya sebagai Kalimati. Alirannya berasal dari tampungan pembuangan rumah warga dan saluran drainase di kawasan sekitar.

“Sungai ini tanpa hulu. Sumbernya ya dari tampungan pembuangan rumah-rumah warga dan selokan,” ujar Kholid, Rabu (24/9).

Deras Saat Hujan, Menumpuk Saat Kemarau

Kondisi Kalimati berubah mengikuti musim. Saat hujan turun, debit air meningkat sehingga aliran menjadi cukup deras.

Arus tersebut dapat membawa sampah yang berada di sepanjang aliran menuju bagian lain sungai. Namun, ketika memasuki musim kemarau dan debit air menurun, sampah yang dibuang sembarangan lebih mudah tertahan.

“Kalau musim hujan, mungkin sampah-sampah itu akan terbawa arus. Namun kalau sekarang, yang berhenti di sepanjang sungai,” jelas Kholid.

Kondisi tersebut membuat sampah terlihat memenuhi sejumlah bagian aliran Kalimati.

Bagi pemerintah kecamatan, persoalan tersebut tidak cukup hanya ditangani dengan membersihkan sampah yang sudah terlanjur menumpuk. Perubahan perilaku masyarakat menjadi bagian penting agar masalah serupa tidak berulang.

Camat Minta Warga Tak Buang Sampah Sembarangan

Kholid mengimbau masyarakat di sekitar aliran Kalimati untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Menurut dia, kebersihan sungai tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Warga yang tinggal di sekitar aliran juga memiliki peran penting, terutama dengan tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.

“Mari jaga lingkungan bersama dengan tidak membuang sampah sembarangan,” imbaunya.

Selain persoalan kebersihan, tumpukan sampah di aliran air juga berpotensi mengganggu kelancaran aliran ketika hujan dengan intensitas tinggi. Karena itu, pembersihan menjadi langkah awal untuk mengurangi material sampah yang menyumbat atau memenuhi aliran.

Forpimka dan Warga Bakal Turun Tangan

Setelah melakukan peninjauan, Kecamatan Muncar berencana menggelar kerja bakti bersama Forpimka Muncar dan elemen masyarakat setempat.

Kerja bakti dijadwalkan dilakukan Kamis (25/9), dengan sasaran membersihkan sampah yang menumpuk di sepanjang aliran Kalimati Desa Tembokrejo.

“Rencananya besok (hari ini) kerja bakti dilakukan untuk membersihkan sampah di aliran sungai Desa Tembokrejo ini,” pungkas Kholid.

Kerja bakti tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai aksi bersih-bersih sesaat. Persoalan sampah di Kalimati juga menjadi momentum untuk mendorong kesadaran bersama agar aliran air di sekitar permukiman dan kawasan Situs Setinggil tetap terjaga. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Situs Setinggil sampah Muncar Kalimati Tembokrejo Sungai Muncar FORPIMKA muncar