Macet Ketapang Merembet ke Terminal Muncar, 8 Bus Tak Selalu Beroperasi

Zamrozi Wahyu • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 03:00 WIB
Bus Akas Jurusan Muncar - Madura hendak berangkat dari Terminal Muncar, Rabu (23/9). (Zamrzozi Wahyu/Radar Banyuwangi)
Bus Akas Jurusan Muncar - Madura hendak berangkat dari Terminal Muncar, Rabu (23/9). (Zamrzozi Wahyu/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Kemacetan di jalur Ketapang tak hanya membuat perjalanan kendaraan tersendat. Dampaknya ikut merembet hingga Terminal Muncar, Banyuwangi. Bus yang melayani rute ke wilayah utara Banyuwangi hingga Situbondo, Probolinggo, Surabaya, dan Madura bisa terlambat tiba di terminal hingga dua sampai tiga jam. Jika kemacetan sudah parah, sejumlah armada bahkan memilih tidak beroperasi.

Kondisi tersebut membuat operasional bus dari Terminal Muncar menghadapi tantangan tersendiri. Sebab, sebagian besar armada yang berangkat dari terminal di ujung timur-selatan Banyuwangi itu harus melintasi jalur utara yang terdampak kepadatan arus kendaraan di kawasan Ketapang.

Petugas Terminal Muncar Edi Sutrisno mengatakan, saat ini terdapat sejumlah trayek yang menghubungkan Muncar dengan daerah di luar Kabupaten Banyuwangi.

“Total ada 8 bus yang beroperasi di luar kabupaten dan dua ke Pancer,” katanya, Rabu (23/9).

Trayek luar kabupaten tersebut melayani perjalanan dari Muncar menuju Situbondo, Probolinggo, Surabaya, hingga Madura. Sementara dua armada lainnya melayani rute khusus Muncar-Pancer yang banyak digunakan masyarakat, terutama nelayan.

Macet Ketapang Ganggu Jadwal Bus

Menurut Edi, persoalan utama muncul ketika kemacetan terjadi di jalur Ketapang. Armada yang seharusnya segera tiba atau melanjutkan perjalanan akhirnya ikut tertahan.

Dalam kondisi normal, keterlambatan tentu masih bisa ditoleransi. Namun ketika antrean kendaraan mengular, waktu tempuh bus ikut bertambah signifikan.

“Namun, kalau kondisinya sudah macet parah, biasanya armada memilih untuk libur atau tidak beroperasi,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat jadwal perjalanan bus sulit dipastikan. Penumpang yang hendak bepergian ke luar daerah harus menyesuaikan diri dengan situasi lalu lintas di jalur utara Banyuwangi.

Tak Semua Armada Beroperasi

Jumlah armada yang beroperasi juga tidak selalu mencapai kapasitas maksimal. Pada Rabu (23/9), misalnya, hanya empat bus luar kabupaten yang beroperasi dari Terminal Muncar.

Sementara itu, dua armada dengan trayek Muncar-Pancer tetap beroperasi seluruhnya.

Edi mengatakan, minimnya jumlah penumpang juga menjadi faktor yang membuat delapan armada luar kabupaten jarang beroperasi secara bersamaan. Namun, kondisi berbeda terjadi pada trayek Muncar-Pancer.

“Delapan bus semua beroperasi itu sangat jarang, lantaran kondisi penumpang saat ini sangat minim. Tetapi untuk yang mengarah ke Pancer selalu beroperasi, hal ini menyediakan untuk para nelayan,” jelasnya.

Trayek Muncar-Pancer dinilai memiliki fungsi penting bagi aktivitas masyarakat pesisir. Karena itu, meski jumlah penumpang tidak selalu tinggi, kedua armada pada rute tersebut tetap diupayakan berjalan.

Penumpang Tetap Pilih Bus

Di tengah berbagai pilihan moda transportasi, sebagian penumpang masih memilih bus karena faktor kenyamanan dan kebiasaan.

Sumini, 45, warga Dusun Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, misalnya, memilih bus ketika hendak menuju Madura.

Dia mengaku sudah terbiasa menggunakan bus sejak lama sehingga belum beralih ke moda transportasi umum lainnya.

“Sudah nyaman, karena dari dulu naik bus,” kata Sumini.

Bagi operator dan penumpang Terminal Muncar, kemacetan di jalur Ketapang kini bukan sekadar persoalan lalu lintas. Ketika antrean kendaraan menghambat perjalanan hingga berjam-jam, efeknya ikut terasa pada ketepatan jadwal bus, jumlah armada yang beroperasi, hingga mobilitas warga yang menggantungkan perjalanan pada angkutan umum. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
macet Ketapang jalur Ketapang bus Banyuwangi Terminal Muncar Bus Muncar