Benang Layangan hingga Dinamo Tato Disita dari Lapas Banyuwangi

Bagus Rio Rohman • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 04:00 WIB
Kalapas Banyuwangi Solichin (tiga dari kiri) bersama jajaran perwira TNI, Polri, dan Brimob menunjukkan puluhan barang terlarang hasil razia di Aula Suhardjo Lapas Kelas IIA Banyuwangi, Selasa malam (22/9). (Bagus Rio/Radar Banyuwangi)
Kalapas Banyuwangi Solichin (tiga dari kiri) bersama jajaran perwira TNI, Polri, dan Brimob menunjukkan puluhan barang terlarang hasil razia di Aula Suhardjo Lapas Kelas IIA Banyuwangi, Selasa malam (22/9). (Bagus Rio/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI — Benang layangan ditemukan tersembunyi di kamar hunian Lapas Kelas IIA Banyuwangi saat aparat gabungan menggelar razia besar-besaran, Selasa malam (22/9). Barang tersebut menjadi perhatian petugas karena diduga berpotensi berkaitan dengan modus penyelundupan barang terlarang menggunakan layang-layang. Meski begitu, tidak ditemukan narkotika maupun ponsel dalam penggeledahan 44 kamar hunian.

Razia melibatkan sekitar 50 personel gabungan dari Polresta Banyuwangi, Kodim 0825, Kompi 4 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Jatim, serta Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi.

Penggeledahan menyasar seluruh sudut kamar hunian blok pria maupun wanita. Operasi dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dan berlangsung kurang lebih dua jam.

Hasilnya, petugas tidak menemukan barang utama yang menjadi sasaran, yakni narkoba dan telepon seluler. Namun, sejumlah benda yang dilarang berada di dalam area steril Lapas tetap ditemukan dan langsung diamankan.

Benang Layangan Jadi Temuan yang Disorot

Di antara barang sitaan, gulungan benang layangan menjadi salah satu temuan yang menarik perhatian.

Petugas menduga benda tersebut dapat berkaitan dengan indikasi modus penyelundupan menggunakan layang-layang. Meski demikian, dalam razia tersebut tidak ditemukan zat narkotika yang dikaitkan dengan temuan benang tersebut.

Benang kemudian diamankan bersama barang-barang lain yang dinilai berpotensi membahayakan keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.

Temuan ini menunjukkan bahwa pengawasan tidak hanya diarahkan pada narkotika atau alat komunikasi, tetapi juga benda-benda sederhana yang berpotensi disalahgunakan.

Dinamo Mesin Mainan Diubah Jadi Alat Tato

Selain benang layangan, petugas menemukan sejumlah barang yang dilarang berada di dalam kamar hunian.

Daftar temuan tersebut antara lain:

Dinamo mesin mainan menjadi temuan lain yang cukup mencolok. Benda tersebut telah dimodifikasi sehingga dapat digunakan sebagai alat tato rakitan.

Seluruh barang hasil penggeledahan kemudian diamankan petugas untuk dimusnahkan. Barang bukti tersebut dibakar di halaman dalam Lapas.

44 Kamar Disisir Aparat Gabungan

Penggeledahan dilakukan secara menyeluruh terhadap 44 kamar hunian yang berada di blok pria maupun wanita.

Puluhan personel diterjunkan untuk memastikan tidak ada ruang yang luput dari pemeriksaan. Razia dimulai pukul 20.00 WIB dan berlangsung sekitar dua jam.

Kepala Lapas Kelas IIA Banyuwangi Solichin mengatakan operasi tersebut merupakan bagian dari pengawasan berlapis untuk mencegah masuknya barang terlarang sekaligus menjaga keamanan lingkungan pemasyarakatan.

“Kami bergerak bersama lintas penegak hukum untuk mengantisipasi kebocoran barang terlarang. Pembersihan sirkulasi benda berbahaya ini penting agar seluruh warga binaan dapat fokus menjalani program pembinaan dengan aman,” ujar Solichin, Rabu (23/9).

Menurut dia, keterlibatan aparat lintas instansi menjadi bagian penting dalam memperkuat pengawasan di dalam Lapas.

Polisi: Narkoba dan Kendali Jaringan Tidak Ditemukan

Kabag Ops Polresta Banyuwangi Kompol Idham Kholid mengatakan pihaknya menerjunkan 15 personel dalam operasi tersebut. Personel tersebut diperkuat masing-masing 15 anggota dari Brimob dan Kodim 0825.

Sinergi lintas aparat, kata dia, tidak hanya ditujukan untuk menemukan barang terlarang, tetapi juga memperkuat pengawasan dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan keamanan di Lapas.

“Sinergi ini untuk memotong stigma negatif masyarakat terhadap Lapas. Kami pastikan dari hasil pemeriksaan menyeluruh ini, tidak ditemukan adanya peredaran narkoba maupun kendali jaringan dari dalam sel,” tegas Idham.

Hasil razia malam itu memang tidak menemukan narkotika. Namun, temuan benang layangan, benda tajam, pecahan kaca, hingga alat tato rakitan menjadi pengingat bahwa pengawasan di dalam Lapas harus terus dilakukan.

Bagi petugas, pemeriksaan tidak berhenti pada barang yang secara langsung berkaitan dengan narkoba. Setiap benda yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban tetap menjadi sasaran penggeledahan. (rio/aif)

Editor : Ali Sodiqin
Narkoba lapas Razia Lapas Benang layangan Dinamo tato lapas banyuwangi