RADAR BANYUWANGI – Pengendara kendaraan berat yang biasa melintas di jembatan penghubung Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, dan Desa Bulurejo, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, harus mencari jalur alternatif. Fondasi sisi utara jembatan mengalami retakan setelah bagian fondasinya longsor dan menyempit. Pemerintah Desa Sembulung kini melarang sementara kendaraan bermuatan seperti pikap dan truk melintas untuk mengurangi risiko kejadian yang tidak diinginkan.
Retakan tersebut berada pada bagian fondasi samping jembatan. Kondisinya dikhawatirkan membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama kendaraan dengan beban berat yang melintas di atas jembatan.
Kepala Desa Sembulung Suprayitno membenarkan kerusakan tersebut. Dia menduga retakan muncul karena faktor usia jembatan yang sudah puluhan tahun.
"Retakan itu muncul kemungkinan disebabkan faktor usia," kata Suprayitno, Selasa (22/9).
Melihat kondisi tersebut, Pemdes Sembulung langsung memasang imbauan di sekitar jembatan. Langkah itu menjadi upaya awal untuk mengurangi risiko bagi pengguna jalan sembari kondisi jembatan mendapat penanganan lebih lanjut.
"Untuk meminimalisir adanya kejadian yang tidak diinginkan, maka pengguna pick up dan truk bermuatan dilarang melintas di jembatan itu," lanjutnya.
Dibangun 1992, Fondasi Mulai Longsor
Jembatan tersebut bukan bangunan baru. Menurut Suprayitno, jembatan penghubung dua wilayah kecamatan itu dibangun sekitar 1992 melalui swadaya masyarakat bersama TNI dan program ABRI Masuk Desa (AMD).
Puluhan tahun menjadi akses penghubung antardesa membuat jembatan terus digunakan masyarakat. Selain kendaraan ringan, kendaraan bermuatan berat juga kerap melintas di jalur tersebut.
Seiring bertambahnya usia bangunan, kondisi fondasi mulai mengalami penurunan. Bagian fondasi disebut mengalami longsor hingga menyebabkan konstruksi menyempit dan memicu retakan di bagian atas.
"Fondasinya mengalami longsor, sehingga terdapat retakan pada bagian atas," ujarnya.
Kondisi tersebut membuat Pemdes Sembulung mengambil langkah pembatasan bagi kendaraan berat. Sementara itu, kendaraan yang tidak masuk kategori muatan berat tetap perlu memperhatikan kondisi jembatan dan imbauan yang terpasang di lokasi.
Kendaraan Berat Diminta Memutar
Bagi kendaraan bermuatan berat dari arah barat yang hendak menuju Desa Sembulung maupun sebaliknya, Pemdes Sembulung menyarankan menggunakan jalur Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran.
Sementara kendaraan berat dari arah timur dapat memilih jalur Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo. Jalur tersebut memang membuat perjalanan sedikit lebih jauh, tetapi menjadi pilihan sementara untuk menghindari jembatan yang fondasinya mengalami kerusakan.
"Sedikit memutar untuk kendaraan bermuatan berat," pungkas Suprayitno.
Dengan pemasangan imbauan tersebut, pemerintah desa berharap pengemudi kendaraan berat mematuhi pembatasan hingga kondisi jembatan mendapatkan penanganan. Langkah itu sekaligus untuk mencegah kerusakan semakin parah akibat beban kendaraan yang melintas. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin