Portal 4 Meter di Bawah Rel Layang Ketapang Bikin Truk Jumbo Tak Bisa Lewat

Fredy Rizki Manunggal • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 05:30 WIB
Portal jerakah besi pembatas yang dipasang di bawah lintasan rel kereta api layang Jalan Lingkar, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, membatasi ukuran tinggi kendaraan yang melintas maksimal 4 meter, Senin (21/9). (Agus Dani for Radar Banyuwangi)
Portal jerakah besi pembatas yang dipasang di bawah lintasan rel kereta api layang Jalan Lingkar, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, membatasi ukuran tinggi kendaraan yang melintas maksimal 4 meter, Senin (21/9). (Agus Dani for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Jalur alternatif di bawah lintasan layang kereta api (KA) di Jalan Lingkar Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, kini menghadapi persoalan baru. Portal jerakah setinggi maksimal 4 meter kembali terpasang, membuat truk berukuran besar tak bisa melintas dan Pemkab Banyuwangi harus menyiapkan solusi agar jalur vital pengurai kemacetan Pelabuhan Ketapang tetap bisa difungsikan.

Portal tersebut berada di bawah struktur rel layang yang melintas di ruas jalan kabupaten. Pembatas ketinggian itu dipasang untuk mengantisipasi kendaraan overdimensi yang berpotensi menghantam struktur rel.

Konsekuensinya, armada truk jumbo yang memiliki tinggi lebih dari 4 meter harus mencari jalur lain. Kondisi tersebut berpotensi menambah beban arus kendaraan di jalur arteri utama Banyuwangi Utara, terutama ketika antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang kembali memanjang.

Persoalan itu menjadi perhatian karena Jalan Lingkar Desa Ketapang selama ini memiliki fungsi penting sebagai jalur alternatif pembagi arus kendaraan ketika terjadi kepadatan di kawasan pelabuhan.

Portal Sempat Dibuka

Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi I Komang Sudira mengatakan, pemasangan portal dilakukan oleh PT KAI. Sebelumnya, portal tersebut sempat dilepas sehingga kendaraan dengan dimensi tinggi dapat melintas di bawah lintasan rel.

Namun, pembatas kemudian dipasang kembali.

Langkah itu dilakukan untuk memberikan perlindungan terhadap struktur rel layang sekaligus menjaga keselamatan perjalanan kereta api.

"Pihak KAI yang memasang untuk melindungi rel. Karena aspal itu merupakan jalan kabupaten, Pemkab kini tengah membahas solusi teknis," terang Komang, Senin (21/9).

Menurut dia, salah satu solusi yang sedang dibahas adalah menurunkan badan jalan tepat di bawah kolong lintasan rel. Dengan cara tersebut, ruang bebas vertikal di bawah rel diharapkan bertambah sehingga kendaraan dengan ketinggian lebih dari 4 meter dapat kembali melintas.

"Nanti Dinas PU yang menangani," imbuhnya.

Artinya, persoalan portal tidak serta-merta diselesaikan dengan membongkar pembatas. Pemerintah perlu mencari solusi yang tetap menjaga keamanan struktur rel sekaligus mempertahankan fungsi Jalan Lingkar Ketapang sebagai jalur alternatif kendaraan.

ASDP Dibidik untuk Biayai Proyek

Camat Kalipuro M. Nuril Falah mengatakan, opsi penurunan badan jalan telah dibahas bersama General Manager (GM) ASDP Ketapang.

Pemkab Banyuwangi berharap pengerjaan fisik dapat memperoleh dukungan pendanaan dari pihak ASDP. Skema tersebut dinilai dapat mempercepat pelaksanaan pekerjaan karena tidak harus menunggu proses penganggaran pemerintah yang lebih panjang.

"Pemkab Banyuwangi berharap pengerjaan fisik bisa didanai oleh pihak ASDP agar eksekusi di lapangan bisa berjalan lebih cepat tanpa birokrasi berbelit," kata Nuril.

Menurut dia, penanganan akses tersebut berkaitan langsung dengan kelancaran arus kendaraan dan logistik menuju kawasan Pelabuhan Ketapang.

Jika dukungan anggaran dari ASDP tidak memungkinkan, Pemkab Banyuwangi menyiapkan alternatif lain. Koordinasi akan dilakukan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menjajaki kemungkinan pemanfaatan dana taktis provinsi.

Jalur Alternatif untuk Pecah Kepadatan

Jalan Lingkar Desa Ketapang bukan sekadar akses lokal. Ruas tersebut menjadi salah satu jalur alternatif untuk membagi arus kendaraan ketika kawasan Pelabuhan Ketapang mengalami kepadatan.

Karena itu, keberadaan portal dengan batas ketinggian 4 meter berpengaruh terhadap kendaraan angkutan barang yang berdimensi besar.

"Opsi pembiayaan dari ASDP adalah yang terbaik agar proyek penurunan jalan bisa langsung dieksekusi cepat demi kelancaran arus logistik pelabuhan," tandas Nuril. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
Jalan Lingkar Ketapang Portal Ketapang Truk jumbo Rel layang KA pelabuhan ketapang