RADAR BANYUWANGI – Pengurus Cabang Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Puteri (PC KOPRI PMII) Banyuwangi menggelar sosialisasi edukasi seksual komprehensif di MTs Darussalam, Muncar, Senin (21/9).
Kegiatan tersebut mengusung tema Urgensi Edu-Seksual Komprehensif: Membangun Gerakan Preventif Menolak Bungkam atas Kekerasan Seksual, Kenakalan Remaja dan Pernikahan Dini.
Sosialisasi diikuti peserta didik MTs Darussalam dan MA Darussalam yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Darussalam. Selain itu, kegiatan diikuti peserta didik SMP Queen Assalam di bawah naungan Pondok Pesantren Queen Assalam.
PC KOPRI PMII Banyuwangi turut menggandeng Pengurus Komisariat STAIDU dan Pengurus Komisariat UBISMAR dalam kegiatan tersebut.
Ketua Panitia Ulin Nuha mengatakan, sosialisasi itu menjadi bagian dari peran KOPRI PMII dalam mencegah kekerasan seksual, kenakalan remaja, dan pernikahan dini. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajakan kepada kader dan anggota PMII untuk ikut menanggulangi berbagai persoalan tersebut.
“Perubahan tidak hanya lahir dari gerakan-gerakan besar, namun dari diri yang tersadarkan. Maka dari itu, roadshow ini adalah upaya menjemput kesadaran tersebut,” ujar Ulin.
Menurut dia, roadshow tersebut dilatarbelakangi kondisi sosial di Banyuwangi. Meski dinilai belum berada pada kondisi yang memprihatinkan dibandingkan sejumlah daerah lain, langkah pencegahan tetap diperlukan.
Pada awal 2026, permohonan dispensasi nikah kepada Kementerian Agama Banyuwangi disebut telah mencapai belasan kasus dengan beragam latar belakang, termasuk kenakalan remaja. Kondisi itu menjadi salah satu perhatian dalam upaya pencegahan yang dilakukan KOPRI PMII.
Sementara itu, Ketua PC KOPRI PMII Banyuwangi Rahmah Maftuhah Rohman berharap edukasi tersebut dapat diterima masyarakat lebih luas. Salah satu upayanya dilakukan melalui roadshow ke lembaga pendidikan, khususnya yang berada di bawah naungan pondok pesantren.
“Siapa saja yang terlibat dalam roadshow ini, baik kader atau anggota PMII di Banyuwangi, audiens atau siapa pun yang mendukung kegiatan ini dapat menjadi kepanjangan tangan untuk saling mencegah maupun melindungi, baik diri sendiri, keluarga, teman atau orang terdekat,” tandasnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi