Baznas-PMI Banyuwangi Bersinergi, Ambulans hingga Bantuan Bencana Diperkuat

Sigit Hariyadi • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 05:00 WIB
Ketua Baznas Banyuwangi Dwi Yanto dan Ketua PMI Cabang Banyuwangi Mujiono menunjukkan dokumen MoU di aula Markas PMI Jalan Kartini Banyuwangi, Senin (21/9). (BAZNAS Banyuwangi)
Ketua Baznas Banyuwangi Dwi Yanto dan Ketua PMI Cabang Banyuwangi Mujiono menunjukkan dokumen MoU di aula Markas PMI Jalan Kartini Banyuwangi, Senin (21/9). (BAZNAS Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Layanan kemanusiaan di Banyuwangi bakal diperkuat melalui kolaborasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Palang Merah Indonesia (PMI). Kedua lembaga resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengintegrasikan dukungan ambulans, kesehatan masyarakat, tanggap darurat bencana, hingga bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan, Senin (21/9).

Penandatanganan MoU berlangsung di Aula Markas PMI Banyuwangi. Ketua PMI Cabang Banyuwangi yang juga Wakil Bupati Banyuwangi Ir H Mujiono bersama Ketua Baznas Banyuwangi Drs Dwi Yanto MSi menandatangani langsung kesepakatan tersebut.

Momentum itu sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 PMI. Lebih dari sekadar agenda seremonial, kerja sama tersebut diarahkan untuk memperluas jangkauan pelayanan sosial dan kemanusiaan di Banyuwangi.

Mujiono mengatakan, PMI dan Baznas memiliki irisan tugas yang kuat dalam membantu masyarakat. Karena itu, kolaborasi antarlembaga dinilai dapat membuat bantuan menjangkau lebih banyak penerima dengan mekanisme yang lebih terkoordinasi.

“Melalui MoU ini, kami berharap pelayanan kesehatan, kebencanaan, dan bantuan sosial bisa lebih cepat, tepat, dan terintegrasi,” ujarnya.

Ambulans hingga Tanggap Bencana

Ruang lingkup kerja sama yang disepakati cukup luas. Salah satu fokusnya adalah layanan ambulans bagi mustahik atau penerima manfaat zakat.

Selain itu, Baznas dan PMI akan berkolaborasi dalam program kesehatan masyarakat, penanganan kondisi darurat akibat bencana, serta kegiatan edukasi yang berkaitan dengan zakat dan donor darah.

Sinergi tersebut diharapkan membuat sumber daya kedua lembaga dapat saling melengkapi. PMI memiliki jaringan dan pengalaman dalam pelayanan kemanusiaan, sementara Baznas memiliki instrumen zakat, infak, dan sedekah yang dapat diarahkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sesuai ketentuan.

Ketua Baznas Banyuwangi Dwi Yanto menegaskan lembaganya siap mendukung berbagai program kemanusiaan PMI, terutama yang berkaitan dengan ambulans, donor darah, dan bantuan darurat bagi mustahik.

“Zakat, infak, dan sedekah yang kami kelola akan kami salurkan secara optimal untuk mendukung tugas-tugas kemanusiaan PMI. Hari ini (kemarin) bukan sekadar tanda tangan, tapi awal dari aksi nyata bersama,” katanya.

Dari MoU Menuju Aksi

Kesepakatan tersebut menjadi pijakan bagi kedua lembaga untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat. Tantangannya bukan berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi memastikan kolaborasi dapat diterjemahkan menjadi program yang benar-benar dirasakan penerima manfaat.

Mulai layanan ambulans, pelayanan kesehatan, bantuan ketika terjadi bencana, hingga edukasi zakat dan donor darah menjadi bidang yang akan dikolaborasikan.

Dengan cakupan tersebut, sinergi Baznas dan PMI diharapkan dapat memperkuat ekosistem kepedulian sosial di Banyuwangi. Masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat memperoleh dukungan melalui kerja sama dua lembaga yang sama-sama bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan.

Kolaborasi itu sekaligus menguatkan pesan HUT ke-81 PMI, yakni “Bergerak Bersama untuk Kemanusiaan”. Semangat tersebut diterjemahkan melalui upaya menyatukan sumber daya dan jejaring agar pelayanan kemanusiaan dapat berjalan lebih terintegrasi. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
bantuan kemanusiaan MoU Baznas PMI ambulans mustahik PMI Banyuwangi baznas banyuwangi