EWS Banyuwangi Diperbaiki, Warga Pesanggaran Dapat Golden Time Bencana

Salis Ali Muhyidin • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 22:00 WIB
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur melakukan penggantian perantui EWS di Kecamatan Pesanggaran, Minggu (20/9). (Ismanto for Radar Banyuwangi)
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur melakukan penggantian perantui EWS di Kecamatan Pesanggaran, Minggu (20/9). (Ismanto for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Upaya memperkecil risiko bencana di wilayah selatan Banyuwangi terus digeber. BPBD Jawa Timur memperbaiki dan mengganti sejumlah komponen sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) di Desa Sumberagung dan Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Minggu (20/9). Peremajaan perangkat itu menjadi bagian penting untuk memastikan warga memiliki waktu penyelamatan ketika banjir, longsor, hingga potensi tsunami terdeteksi.

Langkah tersebut menyasar sejumlah titik vital yang menjadi bagian dari sistem pemantauan ancaman bencana di kawasan pesisir dan perbukitan Pesanggaran. Perangkat EWS diperiksa satu per satu untuk memastikan sensor maupun sistem transmisi data tetap bekerja sebagaimana mestinya.

Sebab, dalam situasi bencana, keterlambatan informasi bisa berakibat fatal. Sebaliknya, sistem peringatan dini yang bekerja optimal dapat memberi masyarakat golden time untuk merespons ancaman dan bergerak menuju lokasi aman.

Agen Informasi BPBD Jatim Ismanto mengatakan, pemeliharaan dan pengecekan EWS dilakukan secara berkala. Hal itu merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjaga kesiapsiagaan masyarakat di kawasan yang memiliki potensi ancaman bencana.

"Beberapa komponen di titik Desa Sumberagung dan Desa Kandangan memang memerlukan perbaikan rutin dan penggantian suku cadang yang usang. Ada yang karena faktor cuaca, korosi, maupun usia teknis perangkat," ujar Ismanto.

Menurut dia, kondisi perangkat menjadi perhatian karena EWS merupakan salah satu instrumen penting dalam rantai peringatan dini bencana. Ketika sensor mendeteksi adanya potensi bahaya, informasi harus dapat diteruskan melalui sistem transmisi secara cepat dan akurat.

Karena itu, penggantian komponen kali ini difokuskan pada pemulihan sensitivitas sensor sekaligus memastikan sistem transmisi data tidak mengalami gangguan teknis.

"Sistem peringatan dini ini sangat krusial. Jika EWS berfungsi 100 persen, warga memiliki golden time yang cukup untuk menyelamatkan diri saat ancaman bencana terdeteksi. Kami berharap masyarakat juga turut menjaga keberadaan alat ini," tegasnya.

Tak Hanya Mengandalkan Alat

Pemeliharaan perangkat menjadi semakin penting karena kawasan Pesanggaran memiliki bentang wilayah yang mencakup kawasan pesisir dan perbukitan. Potensi ancaman yang diantisipasi pun beragam, mulai banjir, tanah longsor, hingga tsunami.

Namun, keberadaan EWS bukan satu-satunya kunci kesiapsiagaan. Kondisi perangkat perlu dipastikan secara rutin, sementara masyarakat juga dituntut memahami informasi peringatan dan mengetahui langkah evakuasi ketika alarm bahaya aktif.

BPBD Jatim menargetkan proses perbaikan dan peremajaan perangkat dilakukan secara bertahap dan rampung dalam waktu dekat. Dengan begitu, sistem kesiapsiagaan bencana di wilayah rawan Pesanggaran dapat tetap terjaga.

Ismanto menyebut pemantauan kondisi EWS memang dilakukan secara berkala. Dari pengecekan terakhir, ditemukan sejumlah perangkat yang membutuhkan penggantian komponen.

"Setiap beberapa bulan sekali selalu dipantau kondisinya. Kemarin (Minggu) kami cek ternyata ada yang perlu diganti sehingga dilakukan penggantian," tandasnya. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Pesanggaran Banyuwangi 5 Kata Kunci EWS Banyuwangi mitigasi bencana peringatan dini bencana bpbd jatim