RADAR BANYUWANGI — Sungai Kalimati di Dusun Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, akhirnya dibersihkan setelah sekitar 7,5 ton sampah menutup alirannya. Puluhan petugas gabungan turun ke sungai pada Jumat (18/9), mengangkut sampah yang sebelumnya memenuhi aliran sepanjang sekitar 200 meter dan mengarah langsung ke perairan Muncar.
Jumlah sampah yang terangkut bukan sekadar angka. Totalnya mencapai 7.543,22 kilogram. Tumpukan tersebut terdiri dari sampah yang disebut berasal dari kawasan permukiman serta aktivitas pabrik di sekitar aliran sungai.
Pembersihan dilakukan setelah warga melaporkan kondisi Sungai Kalimati melalui layanan Lapor Camat. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti dengan koordinasi lintas pihak hingga puluhan orang bergotong royong mengangkat sampah dari sungai.
Warga Lapor, Petugas Turun
Camat Muncar Ahmad Kholid Askandar mengatakan, laporan mengenai penumpukan sampah menjadi awal pelaksanaan kerja bakti tersebut.
Setelah menerima laporan warga, pihak kecamatan berkoordinasi dengan Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Muncar, NGO peduli sungai, Kodim Banyuwangi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi, serta masyarakat sekitar.
“Dari koordinasi itu, petugas gabungan yang berjumlah puluhan terjun langsung ke lapangan. Pihak Kodim Banyuwangi juga turut berpartisipasi membantu mengangkat sampah,” kata Ahmad.
Gotong royong dimulai Jumat pagi dan berlangsung hingga seluruh kegiatan selesai. Petugas dibagi menjadi dua kelompok agar proses pengangkutan berlangsung lebih aman.
Kelompok pertama bekerja langsung di dalam aliran sungai. Mereka berasal dari NGO peduli sungai dan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.
Kelompok lainnya bekerja dari atas sungai untuk memindahkan sampah yang sudah diangkat ke tempat pengumpulan.
Pembagian tugas itu bukan tanpa alasan. Kondisi sampah dan air sungai membuat kontak langsung dengan material di dalamnya berisiko bagi petugas yang tidak menggunakan perlindungan memadai.
“Petugas lain berada di atas dan bergotong royong memindahkan sampah. Sebab, jika tidak menggunakan APD lengkap, berbahaya jika tersentuh kulit secara langsung, bisa gatal-gatal,” ujar Ahmad.
200 Meter Sungai Dipenuhi Sampah
Di lokasi, persoalan yang dihadapi bukan aliran sungai dengan sampah yang tersebar tipis. Tumpukan justru memenuhi bagian sungai sepanjang sekitar 200 meter.
Camat Muncar menyebut aliran tersebut merupakan sungai tanpa hulu. Jalurnya mengarah langsung menuju perairan Muncar.
Kondisi itu membuat persoalan sampah di sungai tidak berhenti di lingkungan sekitar. Sampah yang tidak tertangani berpotensi terbawa menuju kawasan perairan apabila masuk ke aliran air.
“Total sampah yang sudah dibersihkan yaitu 7.543,22 kilogram,” terang Ahmad.
Angka tersebut setara lebih dari 7,5 ton sampah yang berhasil diangkat dalam satu kegiatan pembersihan.
Bukan Sekadar Bersih-Bersih
Pembersihan Sungai Kalimati menjadi pengingat bahwa persoalan sampah tidak selesai hanya dengan mengangkut tumpukannya.
Setelah sungai kembali dibersihkan, tantangan berikutnya adalah menjaga agar aliran tersebut tidak kembali menjadi tempat pembuangan sampah.
Karena itu, Ahmad mengajak masyarakat ikut menjaga kondisi lingkungan, terutama kawasan sungai yang menjadi jalur air menuju perairan Muncar.
“Mari jaga lingkungan bersama, dengan tidak membuang sampah sembarangan,” bebernya.
Gotong royong di Sungai Kalimati akhirnya menyisakan pekerjaan yang jauh lebih panjang daripada satu hari pembersihan: memastikan 7,5 ton sampah yang sudah diangkut tidak kembali digantikan tumpukan baru.
Sebab, sungai yang bersih bukan hanya soal pemandangan. Bagi aliran yang bermuara ke perairan Muncar, menjaga sungai berarti ikut menjaga lingkungan di hilir. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin