RADAR BANYUWANGI – Pengemudi ojek online (ojol) tak hanya dituntut sigap mengantar penumpang dan pesanan. Mobilitas mereka yang nyaris setiap hari bersentuhan dengan jalan raya kini dimanfaatkan Satlantas Polresta Banyuwangi sebagai mata dan telinga tambahan untuk mendeteksi persoalan lalu lintas, terutama jalan rusak dan kondisi darurat kecelakaan.
Kolaborasi itu dibangun melalui agenda diskusi santai bersama komunitas ojol di Jalan Raya Brawijaya, Banyuwangi, Kamis (17/9). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71.
Tak sekadar berdiskusi, Satlantas juga menggelar pemeriksaan kesehatan gratis dan menyalurkan bantuan sosial kepada para pengemudi ojol.
Wakasat Lantas Polresta Banyuwangi AKP Ridho Rinaldo Harahap mengatakan, pengemudi ojol memiliki posisi strategis dalam membantu menciptakan keselamatan berlalu lintas. Sebab, intensitas mereka berada di jalan membuat peluang menemukan berbagai persoalan di lapangan cukup besar.
“Pengemudi ojol berpotensi besar menemukan berbagai persoalan saat bekerja di jalanan. Salah satunya adalah kondisi infrastruktur jalan rusak yang berisiko membahayakan para pengguna jalan lain,” ujar Ridho.
Laporan Jalan Rusak Disalurkan ke PJR
Informasi dari para pengemudi ojol nantinya akan diserap dan diteruskan kepada tim khusus kepolisian yang disebut PJR atau Pencari Jalan Rusak.
Setiap laporan yang masuk akan dipetakan oleh Satlantas. Polisi kemudian mengoordinasikannya dengan instansi yang memiliki kewenangan menangani infrastruktur jalan.
Skema tersebut diharapkan membuat keberadaan jalan rusak, khususnya yang berpotensi membahayakan pengguna jalan, bisa lebih cepat diketahui dan ditindaklanjuti.
Bagi pengemudi ojol, jalan berlubang bukan sekadar gangguan perjalanan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama ketika berada di jalur dengan lalu lintas padat atau saat pengendara harus melakukan manuver mendadak untuk menghindarinya.
Karena itu, laporan dari mereka diharapkan menjadi informasi awal bagi petugas untuk memetakan titik-titik jalan yang membutuhkan perhatian.
Ojol Bisa Bantu Atur Arus Saat Kecelakaan
Kemitraan tersebut tidak berhenti pada persoalan infrastruktur. Polisi juga membuka ruang bagi pengemudi ojol untuk berperan ketika menemukan kecelakaan lalu lintas di perjalanan.
Para pengemudi diharapkan dapat membantu mengatur arus kendaraan secara darurat ketika terjadi insiden. Tujuannya sederhana: mencegah kecelakaan menimbulkan persoalan lanjutan berupa kemacetan panjang atau sumbatan arus lalu lintas.
Peran tersebut menjadi penting karena pengemudi ojol kerap berada di berbagai ruas jalan dan dapat tiba di lokasi kejadian lebih dahulu dibandingkan petugas kepolisian.
Namun, Ridho memberikan batasan yang jelas. Pengemudi ojol bukan pengganti petugas dalam menangani kecelakaan maupun perkara hukum.
“Untuk penanganan teknis kecelakaan dan penegakan hukum tetap menjadi kewenangan penuh dari petugas kepolisian yang berkompeten,” tandasnya.
Dengan demikian, kontribusi ojol diarahkan pada langkah awal yang bersifat membantu kelancaran lalu lintas, terutama mengurangi potensi sumbatan arus kendaraan sebelum petugas tiba.
Dari Komunikasi hingga Kepedulian Sosial
Pertemuan Satlantas dengan komunitas ojol juga menjadi upaya memperkuat komunikasi antara polisi dan kelompok masyarakat yang sehari-hari beraktivitas di jalan.
Ridho berharap kemitraan tersebut tidak hanya berbentuk hubungan formal dalam konteks kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. Lebih jauh, komunikasi tersebut diharapkan berkembang menjadi kerja sama untuk membangun budaya keselamatan dan kepedulian terhadap kondisi jalan.
Apalagi, para pengemudi ojol memiliki pengalaman langsung terhadap berbagai kondisi jalan. Informasi yang mereka temukan selama bekerja dapat menjadi masukan tambahan bagi kepolisian.
Di sisi lain, pemeriksaan kesehatan gratis dan penyaluran bantuan sosial menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71.
Dari jalan raya, kemitraan itu kini diperluas: ojol bukan hanya pengguna jalan dengan mobilitas tinggi, tetapi juga diharapkan menjadi pelopor keselamatan dengan ikut menyampaikan informasi dan membantu menjaga kelancaran arus saat situasi darurat. (rio/aif)
Editor : Ali Sodiqin