RADAR BANYUWANGI – Rentetan kasus dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah menjadi momentum bagi Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas (HMD Gemas) Banyuwangi untuk memperkuat sistem pencegahan.
Dengan jaringan puluhan mitra dapur, HMD mendorong pengawasan tidak berhenti di masing-masing SPPG, tetapi dilakukan secara bersama dan berlapis.
Kasus nasional menunjukkan keamanan pangan menjadi tantangan serius dalam pelaksanaan MBG.
Pada September ini, Badan Gizi Nasional (BGN) bahkan menutup sementara 1.999 dapur SPPG yang belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Sebelumnya, 504 dapur ditutup permanen karena dinilai tidak layak secara sanitasi.
Ketua HMD Gemas Banyuwangi Sugiarto mengatakan, kondisi tersebut menjadi pengingat agar potensi persoalan dapat dicegah sebelum makanan sampai ke penerima manfaat.
“Keunggulan kita adalah bisa saling mengontrol. Kalau ada persoalan di dapur, jangan menunggu terjadi insiden. Harus segera dimitigasi dan dicarikan solusi bersama,” ujarnya.
Menurut Sugiarto, HMD Gemas memiliki jaringan mitra yang memungkinkan koordinasi dan pertukaran pengalaman antardapur dilakukan lebih cepat.
Sebelumnya, HMD Gemas Banyuwangi disebut menaungi puluhan dapur mitra dan menempatkan target zero incident sebagai salah satu komitmen organisasi.
Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat menegaskan, seluruh SPPG harus kembali memperkuat kepatuhan terhadap SOP keamanan pangan.
“Mulai pemilihan bahan, pemorsian sampai penyajian harus dipedomani dengan baik. Harapan kita MBG di Banyuwangi aman dan higienis prosesnya serta sehat dari sisi kualitas gizinya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua HMD Gemas Jatim Bayu Perkasa menegaskan keamanan pangan harus menjadi prioritas, bukan sekadar mengejar target distribusi.
“Mulai pemilihan bahan baku, pengolahan, pemorsian, penyimpanan hingga distribusi harus sesuai SOP dan dikontrol ketat. Jangan sampai target distribusi mengabaikan keamanan makanan,” tegas Bayu.
Dengan kasus nasional menjadi pelajaran, HMD Gemas Banyuwangi ingin membangun pola kerja yang lebih preventif, saling mengawasi, cepat merespons, dan tidak menunggu insiden terjadi.
Targetnya satu, MBG Banyuwangi berjalan aman dan zero insiden.
Editor : Lugas Rumpakaadi