Maulid Nabi di Mebel Bang Hasyim Genteng Dipadati Ribuan Jemaah, Selawat Menggema hingga Larut Malam

Salis Ali Muhyidin • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 02:30 WIB
Habib Taufiq bin Abdul Qadir bin Husein Assegaf, Ketua Umum Rabithah Alawiyah. (Salis Ali/Radar Banyuwangi)
Habib Taufiq bin Abdul Qadir bin Husein Assegaf, Ketua Umum Rabithah Alawiyah. (Salis Ali/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Ribuan jemaah dari berbagai penjuru Banyuwangi memadati halaman Meubel Bang Hasyim, Jalan KH Hasyim Asy’ari Nomor 42, Gentengwetan, BAnyuwangi, Minggu malam (13/9). Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu berlangsung khidmat sekaligus semarak, menjadi momentum memperkuat kecintaan kepada Rasulullah dan tali silaturahmi umat.

Lautan manusia memenuhi kawasan acara sejak sore. Lantunan selawat yang dibawakan secara bersama-sama menggema hingga malam, menciptakan suasana religius yang kental di tengah padatnya jemaah.

Majelis tahunan tersebut digagas owner Meubel Bang Hasyim, Habib Hasyim bin Alwi bin Ali Al Haddar. Tahun ini, peringatan Maulid Nabi juga dirangkai dengan Walimatul Khitbah, yakni acara syukuran atas lamaran Syarifah Hadijah Haifakh dengan Sayyid Syarief Abdullah bin Syaikhon Assegaf.

TAMU PENTING: Owner Meubel Bang Hasyim, Habib Hasyim bin Alwi bin Ali Al Haddar didampingi Bupati Banyuwangi 2010-2021 dan Menpan RB 2022-2024 Abdullah Azwar Anas, dan Ketua Umum Rabithah Alawiyah, Habib Taufiq bin Abdul Qadir bin Husein Assegaf. (Salis Ali/Radar Banyuwangi)
TAMU PENTING: Owner Meubel Bang Hasyim, Habib Hasyim bin Alwi bin Ali Al Haddar didampingi Bupati Banyuwangi 2010-2021 dan Menpan RB 2022-2024 Abdullah Azwar Anas, dan Ketua Umum Rabithah Alawiyah, Habib Taufiq bin Abdul Qadir bin Husein Assegaf. (Salis Ali/Radar Banyuwangi)

Dihadiri Tokoh Banyuwangi

Perhelatan tersebut turut dihadiri Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi periode 2010–2015 dan 2016–2021 yang kemudian menjabat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) 2022–2024.

Sejumlah kiai sepuh, ulama, pimpinan pondok pesantren, dan tokoh agama juga hadir. Di antaranya Pengasuh Ponpes Darussalam Blokagung KH Hisyam Syafaat dan Pengasuh Ponpes Ibnu Sina KH Masykur Ali.

Jajaran tokoh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi turut membaur bersama ribuan jemaah.

Kehadiran para ulama dan tokoh masyarakat tersebut menambah kekhidmatan acara sekaligus menjadi ruang silaturahmi antarelemen masyarakat Banyuwangi.

Melalui perwakilannya, Habib Husein Ali Assegaf, panitia menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak ditempatkan sebatas seremoni tahunan.

“Kegiatan ini rutin digelar setiap tahun sebagai wujud kerinduan sekaligus ikhtiar untuk merawat hubungan spiritual umat dengan Baginda Nabi Muhammad SAW,” ungkap Habib Husein dalam sambutannya.

SEMARAK: Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman Meubel Bang Hasyim Jalan KH Hasyim Asy
SEMARAK: Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman Meubel Bang Hasyim Jalan KH Hasyim Asy'ari Nomor 42 Genteng, Desa Gentengwetan, Kecamatan Genteng, Minggu malam (13/9). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada para kiai, tokoh masyarakat, dan seluruh jemaah yang hadir.

“Kami berterima kasih masyarakat sudah datang di malam yang bahagia ini. Mohon maaf juga apabila dalam penyelenggaraannya masih ada kekurangan,” ujarnya.

Selawat Menggema, Jemaah Larut dalam Majelis

Memasuki malam, suasana di lokasi semakin semarak. Ribuan jemaah larut dalam lantunan selawat yang menggema dari halaman Meubel Bang Hasyim.

Bagi penyelenggara, antusiasme tersebut menjadi gambaran kuatnya tradisi majelis selawat dan peringatan Maulid Nabi di tengah masyarakat.

Puncak kegiatan diisi pengajian umum dengan tausiah oleh Ketua Umum Rabithah Alawiyah, Habib Taufiq bin Abdul Qadir bin Husein Assegaf.

Ulama asal Pasuruan tersebut mengajak jemaah memaknai bulan Maulid sebagai momentum meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

“Bulan Maulid merupakan momentum emas yang sarat akan limpahan berkah bagi seluruh umat Islam. Ini momen penuh keberkahan dan istimewa,” terangnya.

Maulid sebagai Momentum Memperkuat Kecintaan kepada Nabi

Habib Taufiq juga menekankan bahwa kehadiran jemaah dalam majelis selawat bukan sekadar berkumpul dalam sebuah acara keagamaan.

Menurut dia, kehadiran ribuan orang dalam majelis menjadi salah satu bentuk nyata kecintaan umat kepada Nabi Muhammad SAW.

Pesan tersebut terasa semakin kuat di tengah suasana acara yang dipenuhi lantunan selawat dan kehadiran berbagai lapisan masyarakat.

Malam itu, halaman Meubel Bang Hasyim di Genteng bukan sekadar menjadi tempat berlangsungnya peringatan Maulid Nabi. Kawasan tersebut berubah menjadi ruang perjumpaan umat—tempat doa, selawat, syukur, dan silaturahmi bertemu dalam satu momentum. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Maulid Nabi Banyuwangi Maulid Nabi Genteng Habib Taufiq Assegaf selawat Banyuwangi Meubel Bang Hasyim