Cuaca Tak Menentu, Polisi Intensifkan Patroli Jalur Ketapang-Gilimanuk

Bagus Rio Rohman • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 10:30 WIB
Anggota Satpolairud Polresta Banyuwangi memberikan imbauan kepada nelayan yang melaut di perairan Selat Bali, Senin (14/9). (Satpolairud for Radar Banyuwangi)
Anggota Satpolairud Polresta Banyuwangi memberikan imbauan kepada nelayan yang melaut di perairan Selat Bali, Senin (14/9). (Satpolairud for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Rentetan insiden kecelakaan laut membuat pengawasan di Selat Bali diperketat. Satpolairud Polresta Banyuwangi mengintensifkan patroli di jalur pelayaran, Senin (14/9), terutama untuk mengantisipasi cuaca yang sewaktu-waktu berubah menjadi angin kencang dan gelombang besar.

Langkah tersebut diambil setelah kecelakaan laut yang melibatkan KMP Virgo Transport 8 serta insiden di Pantai Bomo, Kecamatan Blimbingsari, Sabtu (12/9). Polisi ingin memastikan aktivitas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk tetap aman sekaligus mempercepat respons jika terjadi keadaan darurat di laut.

Tiga Personel Sisir Jalur Pelayaran

Patroli menggunakan Kapal Polisi X-1033 dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Tiga personel, yakni Aipda I Nyoman Suma, Bripda Luthfan, dan Bripda Marvelino, menyisir sejumlah jalur perairan di Selat Bali.

Pengawasan tidak hanya dilakukan dengan memantau pergerakan kapal. Personel Satpolairud juga menjalankan pemolisian masyarakat (polmas) perairan.

Nelayan dan anak buah kapal (ABK) ditemui langsung untuk mendapatkan imbauan mengenai keselamatan pelayaran. Kondisi cuaca dan perairan menjadi salah satu perhatian utama dalam patroli tersebut.

Kasatpolairud Polresta Banyuwangi Kompol Muchamad Wahyudi mengatakan, kehadiran personel di tengah jalur pelayaran merupakan langkah preventif untuk memastikan aktivitas transportasi laut tetap kondusif.

“Kondisi perairan saat ini memang tidak menentu. Angin kencang dan ombak besar sewaktu-waktu bisa terjadi,” ujar Wahyudi.

Selat Bali Cerah, Tapi Tak Boleh Lengah

Berdasarkan pemantauan visual ketika patroli berlangsung, kondisi cuaca di Selat Bali relatif cerah. Embusan angin masih terpantau dan tinggi gelombang berada dalam kategori sedang.

Namun, kondisi tersebut tidak membuat petugas mengendurkan kewaspadaan.

Selat Bali merupakan salah satu jalur penyeberangan yang padat. Kapal yang melintas mengangkut penumpang maupun kendaraan dari dan menuju Jawa-Bali sehingga aspek keselamatan menjadi perhatian utama.

Karena itu, operator kapal dan nelayan diminta tidak meremehkan perubahan kondisi perairan.

Sebelum berlayar, pengguna transportasi laut diingatkan memastikan kelayakan armada serta memantau perkembangan prakiraan cuaca.

Kewaspadaan tersebut penting karena kondisi laut dapat berubah dalam waktu relatif singkat. Cuaca yang terlihat bersahabat saat kapal berangkat belum tentu bertahan sepanjang perjalanan.

Patroli Bakal Dilakukan Konsisten

Wahyudi menegaskan, patroli perairan akan dilakukan secara berkala dan konsisten.

Selain sebagai langkah pencegahan, keberadaan personel di lapangan juga dimaksudkan agar kepolisian dapat memberikan respons lebih cepat apabila terjadi keadaan darurat.

Hingga patroli berakhir, kondisi Selat Bali terpantau aman dan aktivitas pelayaran berjalan lancar.

Meski demikian, personel Satpolairud tetap disiagakan penuh.

Pengetatan pengawasan ini menjadi pengingat bahwa keselamatan pelayaran bukan hanya bergantung pada kondisi kapal. Kesiapan awak, kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, serta kemampuan membaca perubahan cuaca dan kondisi laut menjadi faktor penting sebelum kapal meninggalkan pelabuhan. (rio/aif)

Editor : Ali Sodiqin
Keselamatan pelayaran Satpolairud Banyuwangi patroli Selat Bali kecelakaan laut ketapang gilimanuk