Hilang Kontak di Perairan Bali, Tiga Kru Kapal Dicari hingga Banyuwangi

Zamrozi Wahyu • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 08:00 WIB
TEPI LAUT: Kanit Polairud Banyuwangi Selatan, Aipda Wayan Wedhana berkoordinasi dengan nelayan Muncar di Pelabuhan Muncar, Senin (14/9). (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwangi)
TEPI LAUT: Kanit Polairud Banyuwangi Selatan, Aipda Wayan Wedhana berkoordinasi dengan nelayan Muncar di Pelabuhan Muncar, Senin (14/9). (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Tiga kru kapal pancing Baliman yang hilang kontak di antara Perairan Nusa Penida dan Nusa Lembongan, Bali, hingga Minggu (14/9) belum ditemukan. Pencarian masih dilakukan tim SAR gabungan dan wilayah pencarian berpotensi meluas hingga Perairan Banyuwangi dan Selat Bali akibat kondisi angin serta arus laut yang cukup kencang.

Insiden tersebut bermula ketika kapal pancing Baliman berwarna biru-putih mengalami kehabisan bahan bakar minyak (BBM) di perairan antara Nusa Penida dan Nusa Lembongan pada Sabtu (12/9). Kapal sebelumnya membawa sembilan warga negara asing (WNA) asal Swedia dan tiga kru kapal.

Dalam kondisi kapal tak bisa melanjutkan perjalanan, sembilan WNA kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk proses evakuasi. Mereka berhasil diselamatkan.

Namun, tiga kru kapal masih berada di atas kapal Baliman. Setelah itu, kapal dan tiga kru tersebut dilaporkan hilang kontak.

Hingga Senin (14/9), keberadaan ketiganya belum diketahui. Operasi pencarian pun terus dilakukan secara intensif oleh tim SAR gabungan dengan kemungkinan area pencarian bergeser mengikuti pergerakan arus dan angin laut.

Kanit Satpolairud Banyuwangi Selatan Aipda I Wayan Wedhana membenarkan adanya informasi tersebut. Menurut dia, kondisi laut yang disertai angin dan arus cukup kencang membuka kemungkinan kapal terbawa ke arah Perairan Banyuwangi maupun Selat Bali.

“Angin dan arus di laut kencang, ada kemungkinan mengarah ke sini (Perairan Banyuwangi),” kata Wayan.

Karena itu, kepolisian turut memperluas pemantauan dengan menggandeng nelayan yang beraktivitas di wilayah perairan Banyuwangi. Nelayan dinilai memiliki jangkauan operasi yang luas, termasuk hingga perairan Bali.

Wayan mengatakan, koordinasi dengan nelayan menjadi bagian penting dalam upaya menemukan kapal maupun tiga kru yang masih hilang. Jika ada nelayan yang melihat keberadaan kapal atau menemukan tanda-tanda keberadaan korban, informasi tersebut diharapkan segera diteruskan kepada petugas.

“Kami melakukan koordinasi dengan nelayan. Ketika ada yang menemukan, bisa langsung berkoordinasi dengan petugas setempat,” ujarnya.

Harapan pencarian juga bertumpu pada aktivitas nelayan Muncar. Hingga kini, cukup banyak nelayan yang masih melaut mencari ikan. Sebagian bahkan beroperasi hingga wilayah Perairan Pancer.

“Banyak yang beroperasi, bahkan beberapa ada yang mencari hingga Perairan Pancer,” pungkas Wayan.

Dengan luasnya wilayah operasi nelayan serta dinamika arus laut Selat Bali, pencarian tiga kru kapal Baliman kini tidak hanya menjadi perhatian tim SAR di Bali. Perairan Banyuwangi juga menjadi salah satu wilayah yang diantisipasi dalam pencarian. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Perairan Banyuwangi Kapal hilang kontak Kapal Baliman Tiga kru kapal Nelayan Muncar