RADAR BANYUWANGI – Kabar baik bagi para pendaki. Jalur pendakian Gunung Raung via Wonoreko, Desa Kalibaruwetan, Kecamatan Kalibaru, resmi dibuka kembali mulai Senin (14/9). Akses menuju gunung setinggi 3.332 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu kembali bisa digunakan setelah area terdampak kebakaran dipastikan aman dan seluruh titik api dinyatakan padam.
Keputusan pembukaan kembali jalur tersebut tertuang dalam surat bernomor B.032/Pan-Pel/Mt.Raung/IX/2026. Pengelola membuka kembali akses setelah melakukan evaluasi kondisi jalur dan memastikan tidak ada potensi kebakaran susulan yang mengancam keselamatan pendaki.
Sebelumnya, jalur pendakian sempat ditutup menyusul kebakaran hutan yang melahap sebagian vegetasi Gunung Raung. Kondisi tersebut membuat pengelola harus memastikan jalur benar-benar steril sebelum kembali menerima pendaki.
Petugas Sekretariat Pendakian Gunung Raung via Wonoreko, Eko Wahyudianto, mengatakan pemadaman dilakukan secara gotong royong oleh berbagai elemen. Mereka bergerak menuju titik kebakaran untuk memastikan api tidak kembali membesar.
“Sebelumnya kami semua kerja bakti, padamkan api dan pastikan tidak ada kebakaran lanjutan,” kata Eko.
Tim gabungan yang terlibat terdiri atas petugas Perum Perhutani, pemandu (guide), porter, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga warga sekitar.
Mereka harus menghadapi medan terjal serta kondisi yang tidak mudah selama proses pemadaman. Selain menggunakan peralatan yang tersedia, upaya pengendalian api juga dilakukan dengan membuat sekat bakar untuk membatasi pergerakan kobaran api.
Meski kondisi kebakaran sebenarnya telah dinyatakan aman beberapa hari sebelumnya, pengelola memilih tidak terburu-buru membuka jalur. Penyisiran dan pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api maupun potensi kebakaran susulan.
“Sebenarnya sudah aman sejak beberapa hari lalu, namun kami tunggu terlebih dahulu dan memastikan tidak ada kebakaran lanjutan,” terangnya.
Jalur Disisir Sebelum Pendaki Kembali Naik
Setelah proses pemadaman selesai, evaluasi dilakukan di sepanjang rute pendakian. Pemeriksaan difokuskan pada kondisi jalur serta kemungkinan adanya material sisa kebakaran yang dapat membahayakan pendaki.
Hasil evaluasi menunjukkan jalur utama telah kembali kondusif untuk dilalui. Material sisa kebakaran yang berpotensi mengganggu perjalanan juga telah dibersihkan.
Eko mengatakan seluruh persiapan teknis untuk pembukaan kembali jalur telah rampung. Koordinasi dengan instansi terkait juga dilakukan untuk memastikan aspek keselamatan pengunjung menjadi prioritas.
“Alhamdulillah, berkat kerja sama yang solid antara Perhutani, guide, porter, dan masyarakat lokal, api berhasil dipadamkan sepenuhnya. Hasil penyisiran terakhir menunjukkan jalur sudah aman, sehingga mulai Senin (14/9) pendakian resmi kami buka kembali,” ujar Eko saat dikonfirmasi Jawa Pos.
Meski akses kembali dibuka, pengelola tidak mengendurkan kewaspadaan. Prosedur operasional standar (SOP) keselamatan tetap diperketat, mengingat sebagian vegetasi di kawasan tersebut masih dalam kondisi kering.
Para pendaki diminta mematuhi seluruh arahan petugas selama perjalanan. Pengelola juga mengingatkan agar pendaki tidak menyalakan api sembarangan, termasuk membuat api unggun di lokasi yang tidak diperbolehkan.
Pembukaan kembali jalur ini menjadi angin segar bagi penghobi pendakian. Namun, kondisi pascakebakaran membuat kedisiplinan pendaki menjadi bagian penting untuk mencegah munculnya kembali titik api dan menjaga keselamatan selama berada di kawasan Gunung Raung. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin