Api Karhutla Ijen Mereda, Petugas Masih Kejar Bara Tersembunyi

M Ksatria Raya • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 04:30 WIB
Petugas BKSDA melakukan penyiraman di bekas karhutla yang masih berasap di area TWA Ijen, Sabtu (12/9). (Rusdi for Radar Banyuwangi)
Petugas BKSDA melakukan penyiraman di bekas karhutla yang masih berasap di area TWA Ijen, Sabtu (12/9). (Rusdi for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI — Amukan api di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Ijen memang telah mereda, tetapi perburuan bara belum berakhir. Petugas Resort Kawah Ijen masih menyisir sejumlah titik bekas kebakaran pada Sabtu (12/9) untuk memastikan tak ada bara maupun kepulan asap tersembunyi yang bisa memicu karhutla susulan.

Penyisiran atau mopping up itu menjadi tahap penting setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Ijen sejak Jumat (4/9). Meski operasi penanganan skala besar telah berakhir pada Selasa (8/9), petugas tetap melakukan pengawasan dan pendinginan di lokasi yang sebelumnya terbakar.

Kepala TWA Ijen Rusdi Santoso mengatakan, penyisiran difokuskan pada area vegetasi yang sempat dilalap api. Petugas harus memastikan titik-titik rawan benar-benar aman sebelum pengawasan dikendurkan.

"Kami terus bergerak menyisir lapangan untuk mencari sisa bara api atau titik asap yang masih mengepul di bekas kebakaran TWA Ijen," ujar Rusdi kepada Jawa Pos kemarin.

Bara yang tertinggal di balik vegetasi atau material kering menjadi perhatian utama. Api yang terlihat padam di permukaan belum tentu sepenuhnya mati. Karena itu, petugas masih bergerak dari satu titik ke titik lain untuk menemukan indikasi panas, asap, maupun bara yang berpotensi kembali menyala.

Tak Hanya Memburu Bara

Penanganan pascakebakaran juga dilakukan dengan pembasahan intensif. Petugas menggunakan mesin penyiram dan armada mobil tangki untuk membasahi sejumlah kawasan yang dinilai rawan.

Sasaran pembasahan tidak hanya lokasi yang sempat terbakar. Area di sepanjang tepi jalan raya utama, termasuk zona hijau yang belum tersentuh api, ikut mendapat perhatian.

Vegetasi kering di pinggir jalan berpotensi menjadi jalur rambatan apabila kembali tersulut. Karena itu, pembasahan dilakukan sebagai langkah preventif sekaligus menciptakan sekat untuk mengurangi potensi api menjalar.

Strategi tersebut dilakukan di tengah kondisi kawasan yang masih mendapat pengawasan ketat. Petugas tidak ingin kebakaran yang sudah berhasil dikendalikan kembali muncul akibat bara yang luput dari pemantauan.

Kawah Ijen Masih Ditutup

Di sisi lain, jalur pendakian menuju destinasi wisata alam Kawah Ijen masih ditutup total bagi wisatawan umum.

Penutupan dilakukan bukan hanya karena proses pemulihan pascakebakaran. Pengawasan juga diperketat untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru di kawasan konservasi.

Rusdi menyebut, petugas tetap mewaspadai kemungkinan adanya pihak yang sengaja memicu kebakaran kembali.

"Kami juga mengantisipasi jika ada pihak yang dengan sengaja ingin memicu kebakaran lagi di kawasan konservasi ini," tegas Rusdi.

Kondisi tersebut membuat aktivitas di kawasan TWA Ijen belum sepenuhnya kembali normal. Api memang telah mereda, tetapi pekerjaan petugas masih berlanjut: memastikan bara terakhir benar-benar padam, membasahi area rawan, sekaligus menjaga agar kawasan konservasi Ijen tidak kembali terbakar.

Bagi petugas, kebakaran dinyatakan benar-benar selesai bukan ketika kobaran api menghilang dari pandangan, melainkan setelah seluruh titik rawan dipastikan aman dari bara yang bisa menyulut api berikutnya. (ray/aif)

Editor : Ali Sodiqin
kebakaran Ijen Karhutla Ijen Mopping up kawah ijen TWA Ijen