Gowes Sambil Berbagi, Ribuan Warga Meriahkan Maulid Nabi di Banyuwangi

Fredy Rizki Manunggal • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 04:30 WIB
Seorang ibu sembari menggendong anaknya minta telur Maulid kepada Bupati Ipuk Fiestiandani disaksikan Abdullah Azwar Anas dan Kepala Dinas dalam pawai Endog-Endogan, kemarin (10/9). Pawai Endog-Endogan diberangkatkan dari depan Pendapa Sabha Swagata Blambangan. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Seorang ibu sembari menggendong anaknya minta telur Maulid kepada Bupati Ipuk Fiestiandani disaksikan Abdullah Azwar Anas dan Kepala Dinas dalam pawai Endog-Endogan, kemarin (10/9). Pawai Endog-Endogan diberangkatkan dari depan Pendapa Sabha Swagata Blambangan. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Maulid Nabi Muhammad SAW di Banyuwangi tak berhenti pada seremoni. Ribuan telur hias dan paket bahan pangan dibagikan langsung kepada warga di sepanjang rute pawai, Kamis (10/9). Ribuan peserta mengarak jodang menggunakan sepeda dan becak, sembari menghidupkan kembali nuansa tradisi masyarakat Bumi Blambangan.

Pawai tersebut diberangkatkan sekitar pukul 15.30 WIB dari depan Pendapa Sabha Swagatha Blambangan. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama jajaran pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) turut membaur dengan peserta dan mengayuh sepeda bersama.

Peserta datang dari berbagai unsur. Mulai pegawai SKPD, jajaran kecamatan, pelajar, hingga instansi vertikal seperti Kantor Kementerian Agama (Kemenag) dan Cabang Dinas Pendidikan.

Di barisan paling depan, parade drumband dengan pakaian serbaputih membuka perjalanan rombongan.

Jodang Telur Hias Jadi Magnet

Rute pawai menyusuri sejumlah jalan protokol di tengah kota Banyuwangi. Rombongan melintasi kawasan Pasar Banyuwangi, Pasar Karangrejo, Simpang Lima, kemudian finis di Kantor Pemkab Banyuwangi.

Yang membuat suasana semakin semarak adalah kendaraan hias dan jodang berisi telur-telur yang telah dihias.

Bukan sekadar diarak, telur tersebut kemudian dibagikan kepada masyarakat yang berada di sepanjang jalur pawai. Bahan pangan dan aneka hasil bumi juga ikut dibawa dan dibagikan.

Warga tampak memenuhi sejumlah titik di pinggir jalan. Mereka menyambut rombongan yang melintas sembari menantikan telur hias dan bahan pangan yang dibagikan.

Tradisi tersebut membuat pawai Maulid Nabi terasa lebih dekat dengan masyarakat. Jalanan menjadi ruang perjumpaan antara pemerintah, peserta pawai, dan warga.

Maulid Sekaligus Merawat Tradisi

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, konsep pawai sengaja tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Ada unsur tradisi Banyuwangi dan semangat berbagi yang ingin dihidupkan.

“Ya, sebenarnya ini adalah rangkaian dalam rangka memeriahkan Maulid Nabi, tetapi juga ada unsur tradisi Banyuwangi di sini. Tadi kami bersama teman-teman SKPD membagikan telur dan bahan pangan kepada warga yang kami lewati, dan ini bagian dari konsep berbagi,” ujar Ipuk.

Menurut Ipuk, tradisi peringatan Maulid Nabi di Banyuwangi memiliki beragam bentuk. Salah satunya tradisi ancak yang dikenal di sejumlah wilayah.

Pembagian telur hias dalam pawai juga menjadi bagian dari tradisi yang memiliki daya tarik tersendiri. Tradisi tersebut kemudian dikemas dalam kegiatan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan.

Dari Telur hingga Hasil Bumi

Semangat berbagi terlihat dari beragam bawaan peserta pawai. Tidak hanya telur hias, rombongan juga membawa sayuran, bahan pangan, hingga aneka hasil bumi.

Semua itu kemudian dibagikan kepada warga yang berada di sepanjang rute.

Ipuk menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menyiapkan kegiatan tersebut. Mulai dari penyediaan telur, menghias sepeda dan becak, hingga menyiapkan sayuran serta bahan pangan.

“Terima kasih saya sampaikan kepada semua yang sudah membantu dan berkontribusi menyiapkan telur, menghias sepeda, becak, serta menyiapkan sayur-sayuran dan bahan pangan lainnya. Mudah-mudahan ini bagian dari ikhtiar kita merajut kebersamaan,” pungkasnya.

Pada akhirnya, pawai Maulid Nabi di Banyuwangi bukan hanya menghadirkan kemeriahan di jalanan kota. Sepeda, becak, jodang telur hias, drumband, dan bahan pangan menjadi medium untuk mempertemukan peringatan keagamaan dengan tradisi lokal serta semangat berbagi kepada sesama. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
tradisi Banyuwangi Maulid Banyuwangi Pawai Maulid Ipuk Fiestiandani telur hias