Karhutla Ijen Padam, Jalur Pendakian Belum Dibuka, Ini Alasannya

M Ksatria Raya • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 06:00 WIB
TANGGAP DARURAT: Bupati Ipuk didampingi Kalaksa BPBD Banyuwangi Partana saat memantau karhutla di area Paltuding, Senin lalu (8/9). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
TANGGAP DARURAT: Bupati Ipuk didampingi Kalaksa BPBD Banyuwangi Partana saat memantau karhutla di area Paltuding, Senin lalu (8/9). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Api karhutla di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen memang telah padam, tetapi wisatawan belum bisa kembali mendaki. Operasi penanganan kebakaran dinyatakan selesai Selasa (8/9), namun akses menuju destinasi wisata vulkanis tersebut masih ditutup karena pembukaan kembali harus menunggu Surat Edaran (SE) resmi dari pimpinan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur.

Artinya, padamnya api belum otomatis menjadi tanda jalur pendakian Kawah Ijen aman untuk dibuka.

TWA Kawah Ijen telah ditutup total sejak Jumat (4/9), ketika kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengancam kawasan konservasi sekaligus jalur yang biasa digunakan wisatawan menuju kawah.

Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk memastikan keselamatan pengunjung selama proses pemadaman berlangsung.

Api Padam, Keputusan Buka Masih di Tangan BBKSDA

Kepala TWA Kawah Ijen Rusdi Santoso membenarkan bahwa aktivitas wisata di kawasan tersebut masih menunggu keputusan resmi dari otoritas BBKSDA Jawa Timur.

“Pendakian Ijen ditutup sejak Jumat (4/9) dikarenakan terjadi karhutla,” ujarnya.

Menurut Rusdi, pihak pengelola TWA Kawah Ijen tidak dapat mengambil keputusan sendiri untuk membuka kembali jalur pendakian. Kondisi lapangan harus menjadi bahan pertimbangan sebelum akses wisatawan dinyatakan aman.

Karena itu, meskipun operasi penanganan kebakaran telah berakhir, pengelola masih menunggu instruksi formal dari pimpinan BBKSDA Jawa Timur.

“Kalau masalah buka tutupnya itu tergantung SE yang mengeluarkan pimpinan BBKSDA,” tutur Rusdi.

Kebijakan tersebut membuat status kunjungan wisatawan ke Kawah Ijen untuk sementara masih sama: ditutup sampai ada keputusan resmi mengenai pembukaan kembali kawasan.

Tak Sekadar Menunggu Api Padam

Penanganan karhutla di kawasan konservasi tidak berhenti pada memastikan kobaran api terlihat padam. Faktor keselamatan wisatawan dan kondisi kawasan setelah kebakaran juga menjadi pertimbangan sebelum aktivitas pendakian kembali dibuka.

Jalur menuju Kawah Ijen memiliki medan yang menantang. Wisatawan harus berjalan kaki menuju kawasan kawah melalui jalur pendakian yang berada di lingkungan pegunungan.

Dalam kondisi pascakebakaran, pembukaan jalur secara terburu-buru tentu memiliki risiko tersendiri. Karena itu, keputusan operasional kawasan berada dalam mekanisme otoritas konservasi.

Posisi TWA Kawah Ijen sebagai destinasi wisata sekaligus kawasan konservasi membuat aspek keselamatan dan perlindungan lingkungan harus berjalan beriringan.

Status Tanggap Darurat Masih Berjalan

Di tengah kabar berakhirnya operasi penanganan kebakaran, status Tanggap Darurat Bencana Karhutla TWA Ijen belum berakhir.

Status tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Banyuwangi Nomor 100.3.3.2/229/KEP/429.011/2026.

Masa berlaku status kedaruratan daerah itu ditetapkan selama 14 hari, terhitung sejak awal penutupan kawasan hingga 17 September 2026.

Dengan demikian, ada dua hal yang perlu dibedakan: operasi penanganan api telah dinyatakan selesai, sedangkan status kedaruratan masih berjalan.

Jalur wisata pun belum otomatis dibuka sebelum keputusan resmi diterbitkan oleh pihak yang berwenang.

Gunung Rante Juga Masih Ditutup

Dampak karhutla juga meluas ke kawasan pendakian lain di sekitar TWA Ijen.

Jalur pendakian Gunung Rante yang lokasinya tidak jauh dari kawasan inti TWA Ijen turut ditutup total sejak Jumat (4/9).

Langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi risiko keselamatan, khususnya bagi para pendaki dari luar daerah yang hendak memasuki kawasan tersebut.

Penutupan sementara menjadi pilihan paling aman selama kondisi kawasan masih dalam tahap penanganan dan pemantauan.

Bagi wisatawan yang telah merencanakan perjalanan ke Kawah Ijen, situasinya berarti harus menunggu lebih lama. Api memang telah padam, tetapi pintu pendakian belum dibuka karena keselamatan dan keputusan resmi BBKSDA Jawa Timur masih menjadi penentu. (ray/aif)

Editor : Ali Sodiqin
pendakian Ijen Karhutla Ijen TWA Kawah Ijen gunung rante kawah ijen